April 25, 2016

Izinkan Saya, menjadi Saksi Mata.


(catatan atas MUSDA V KNPI Kuantan Singingi tgl 23 04 2016, Hotel Angela Sentajo Raya)

Pertama-tama, saya ingin meminta maaf kepada pihak-pihak terkait yang menyebabkan saya hadir di MUSDA KNPI Ke V Kabupaten kuantan Singingi. Permohonan maaf saya kepada bung Andi Putra, dalam hal ini saya akan bicara bukan sebagai ketua PK kuantan Tengah yang secara Hierarki KNPI adalah bawahan anda. Permohonan maaf kepada Bung Pebri Mahmud, dalam hal ini saya bukan salah satu PK pendukung anda jadi saya tidak akan memihak anda. Permohonan maaf kepada Pemuda Kuantan Tengah, biarkan saya bicara tanpa anda semua, karna ini laman saya secara personal, saya akan bicara sebagai seorang pribadi yang merdeka, bukan sebagai utusan kuantan tengah, bukan sebagai pembela kepentingan Kuantan Tengah dan bukan sebagai penyambung lidah pemuda Kuantan Tengah.

Tak ada tendensi atau kepentingan dalam laman pribadi saya ini, saya hanya ingin, tak ada perpecahan di tengah Pemuda Kuantan Singingi, saya tak ingin ada kemiringan berita dari media yang tak berimbang, saya tidak akan menilai benar salah, biar pembaca yang menentukan. Saya hanya memohon izin, kepada semuanya. IZINKAN SAYA MENJADI SAKSI MATA.
Saya akan menuliskan kronologis secara runut dan berurutan, sepanjang yang saya ingat dan tersimpan dalam ingatan.
1.       Setelah pembacaan LPJ oleh Ketua DPD TK II KNPI Kuantan Singingi, sidang pleno I (satu) di scor 1 jam kira-kira pada pukul 18.00
2.       Saya pulang kerumah untuk mandi , sholat maghrib, makan dan sedikit konsolidasi dengan anak istri, sudah beberapa hari hak mereka atas saya, saya abaikan.
3.       saya masuk ruangan sidang di hotel angela, kira-kira pukul 19.45, sidang belum dimulai, bung andi putra duduk di di depan, dimeja presidium (pimpinan sidang). Kemudian meminta semua peserta, panitia dan pimpinan sidang dipanggil keruangan.
4.       Peserta mulai berdatangan, bung jose (korda) permisi ke toilet di belakang meja pimpinan sidang.
5.       Sidang dimulai, skors dicabut, dipimpin oleh bung jose (Korda) sebagai pimpinan sidang.
6.       Bung jose minta maaf karena sidang molor, alasannya dia harus melepas kepergian ketua KNPI DPD TK I RIAU, kemudian , makan dan sholat.
7.       Bung jose minta izin menyerahkan palu sidang kepada bung rino harpani (SAPMA PANCASILA) karena merasa lelah dan kurang tidur. Peserta sidang setuju.
8.       Sidang dilanjutkan dengan tanggapan OKP dan Kecamatan, OKP diwakili 1 orang, Kecamatan Diwakili Satu Orang.
9.       Terjadi perdebatan karena bung Asmed (Fortanas) dan bung Alpen (Pemuda Muhamadiyah) berebut ingin maju.
10.   Bung sastra (IPTI) mengajak OKP berembuk, suasana mulai panas, utusan kecamatan ikut menimpali, setelah divoting banyak ke bung asmed
11.   Bung Irhandi (Angkatan Muda Ka’bah/GM Parmusi, saya lupa) protest dan minta diulang karena yang divoting bukan hanya yang punya hak suara, ia minta yang punya hak suara dipisahkan dan di voting ulang, bung asmed menang,
12.   Bung asmed naik mimbar membawa map. Ia bicara “ kepada okp yang mendukung maju kedepan”.  Bung asmed membacakan nama OKP, lalu 6 orang peserta maju. Bung asmed menyampaikan tanggapan dengan suara lantang  “ Kami dari OKP menerima LPJ Bung Andi Putra dan Mendukung bung ADAM, SH menjadi Ketua KNPI Periode 2016-2019”.
13.   Bung Asmed menyerahkan map ke Pimpinan Sidang
14.   Lalu dipanggil utusan kecamatan, tanpa berembuk majulah utusan dari cerenti*) ke mimbar sambil membawa Map, dengan suara lantang memanggil seluruh kecamatan selain dari kecamatan Kuantan Tengah, Benai dan Pangean. 12 peserta maju. Utusan singingi menyampaikan tanggapan “ Kami menerima LPJ Bung Andi Putra SH dan mendukung Bung Adam,SH sebagai ketua KNPI Periode 2016-2019. Ditimpali dengan suara riuh utusan kecamatan.
15.   Utusan kecamatan menyerahkan map ke pimpinan sidang.
16.   Bung Alpen Interupsi “ saya minta diberi waktu menanggapi, mereka tidak mewakili seluruh okp” (suara lantang)
17.   Pimpinan sidang tidak mengakomodir.
18.   Bung alpen berteriak “ ini tanggapan apa, ini LPJ apa, tidak ada pembahasan,tidak ada rincian biaya, kalau kalian tidak beri waktu, saya akan laporkan ke kejaksaan, 4 milyar anggaran selama 3 tahun” (suara lantang)
19.   Bung irhandi menengahi, “ tadi tanggapan okp dan kecamatan, coba kita dengar tanggapan DPD”
20.   Bung Andi Putra turun dari meja pimpinan sidang ke mimbar, “saya tidak memberi tanggapan apa-apa, saya ucapkan terima kasih atas dukungan okp dan kecamatan kepada bung Adam, SH. Bung Andi turun mimbar kembali ke meja pimpinan sidang.
-------- *)
sidang masih dipimpin rino harpani.
ada usulan dari singingi untuk mempersingkat waktu pleno II dan III dilewatkan dan dibahas di rakorda, divoting dan diputuskan diteruskan ke pleno IV
uada usulan dari jeki (BMI) agar pleno IV dirubah namanya menjadi pleno II
pimpinan sidang menerima dan merubah pleno IV menjadi pleno II
----------
21.   Bung andi memegang palu sidang, sambil memegang map, berbicara “ Menurut Saya, karena bung Adam didukung 6 okp dan 12 kecamatan, sudah lebih dari 50% tambah 1, jadi kita sahkan saja bung adam jadi ketua”, “setuju?” tok,tok,tok, selesai bicara palu langsung diketuk serentak dengan jawaban setuju okp dan kecamatan pendukung. Hujan intrupsi terjadi.
22.   Bung Alpen emosi berteriak “ ini tidak benar, pemilihan belum dilakukan, saya keluar ini MUSDA karantina, ini Musda  dikondisikan.
23.   Saya (dalam hal ini PK-Kuantan Tengah) marah dan sedih, interupsi tidak ditanggapi, saya memukul meja dengan kedua tangan sekeras mungkin untuk menarik perhatian, lalu berdiri dan bicara “ Kami dari Kuantan Tengah berharap MUSDA ini melahirkan pemimpin yang menyatukan seluruh pemuda di kuantan singingi, tapi MUSDA ini malah melahirkan perpecahan, kami tidak terima musda ini, kami walk out dari sidang ini” saya berjalan keluar bersama Dedi (peninjau dari kuantan tengah). Bung Andi menimpali,”silahkan” “itu-itu, tolong dicatat.
24.   Saat berjalan keluar saya lihat bagian belakang dipenuhi orang-orang yang bukan peserta,bukan undangan,bukan peninjau. Entah datang dari mana, padahal hari sudah malam. Mereka ramai sekali, penuh sesak.
25.   Saya turun dan berdiri di gerbang hotel anggela, perasaan saya campur aduk, mereka ini sebenarnya paham aturan atau tidak. Kawan-kawan dari kuantan tengah datang dari luar, bung Endang (utusan Pangean), beberapa okp lain yang saya tidak kenal, dan bung irhandi juga menyusul, terbayang kejadian di sidang, melihat wajah kawan-kawan kuantan tengah, emosi saya meluap, saya tumpahkan dengan teriakan, “ Kami Pemuda, Kami yang melahirkan reformasi, kalian mengankangi demokrasi, tunggu kalian , akan kami minta pertanggung jawaban”
26.   Bung irhandi memaksa saya naik sepeda motor yang dikendarai bung Dedi. Kami pergi meninggalkan lokasi
27.   Setelah itu saya tidak tahu apa yang terjadi.

Semoga apa yang saya tulis ini, tidak menambah perpecahan ditengah pemuda, saya hanya berharap masyarakat dapat mengetahui apa yang terjadi secara jelas. Tanpa direkayasa. Karna yang saya lihat di media dan social media, semuanya berat sebelah.

Salam dari saya, semoga kita diberkahi dengan kedamaian, semoga kita semua diberi pemahaman yang terang.

WASSALAM
Bersatulah pemuda, jangan terbelah.

ralat :
*) sebelumya tertulis singingi, seharusnya cerenti. 
----- *) beberapa hal yang saya tambahkan karena ada peserta sidang yg mengklarifikasi dan saya kembali ingat beberapa bagian yang terlupakan.