Januari 24, 2010

Efek Rumah Kaca : Kesederhanaan yang cerdas dan terampil




Efek Rumah Kaca, tanpa terasa telah ribuan kali kalimat itu terucapkan. Kalimat itu berkali kali terucapkan ketika ada yang bertanya “ Efek Rumah kaca ?” , “Band Apa itu ?” , “ Pasti Bukan Band terkenal ! “. Kalimat itu juga berkali-kali terucapkan saat mempromosikan kecerdasan lirik-lirik mereka ke teman-teman yang bertanya dengan kalimat  “ Punya referensi band bagus gak , yang  gak pasaran ?”.

Efek Rumah Kaca ,  lama sekali rasanya menanti kesempatan untuk menyaksikan performance mereka secara langsung.  Rasanya ada yang kurang setiap kali bercerita tentang band ini dengan gaya seakan-akan mengenal betul mereka dan tahu banyak tentang mereka tapi belum pernah sekalipun menyaksikan performance mereka secara langsung, ditambah lagi sebersit keraguan yang sempat terlintas di kepala, Bagaimana kalau mereka cuma bagus saat recording saja tapi hancur lebur waktu performance secara langsung ?. Akhirnya sekedar untuk menyalurkan keinginan itu muncul ide untuk bikin Group di sebuah jejaring sosial. Tanpa pikir panjang, langsung buka akun, klik ,klik,tik, tik, tik, klik, klik lahirlah sebuah group dengan nama  “ Aku ingin ERK keliling Riau “. beberapa teman bergabung hingga mencapai seratusan lebih. Semuanya berharap dan menunggu kedatangan ERK ke Riau. Setelah berharap dan menunggu akhirnya kabar gembira itu datang. Ada info dari Dedy “cutadz” yang di dapat dari Bang El. Katanya , “brother , kata bang el bulan januari ERK main di pekanbaru.” .

23 Januari 2010. Gedung Juang. 21.00 wib. Pensi SMU N 8 Pekanbaru (Klassix). Terjebak di tengah-tengah siswa-siswi SMU Betul-betul suasana yang tak diinginkan tapi mau gimana  lagi, ini memang acara mereka dan merekalah yang mengundang ERK untuk main di Pekanbaru. Setelah menunggu satu jam, mendengarkan kecerewetan sepasang  host. Akhirnya yang di tunggu muncul juga. Kholil , Adrian dan  Akbar muncul di atas panggung. Secara Refleks saya dan teman2 “Brandal Kampung” berdiri dari kursi dan berjalan menuju bibir panggung.

Alhamdulillah. Terwujud juga akhirnya, Kholil dan Adrian 1,5 Meter  di depan saya, Akbar agak jauh , hampir 5 Meter karena setting panggung selalu meletakkan posisi Drum di bagian panggung yang paling belakang. Malam itu Kholil mengenakan topi yang biasa dikenakan buruh-buruh di eropa. Adrian jari tengah tangan kanannya di bungkus plester dan Akbar, kacamatanya melorot hingga ke batang hidung karena sibuk menggebuk Drum.. Kaos lengan panjang Adrian, Kaos lengan Pendek Akbar dan Sweater merah  lengan Panjang Kholil bukan kostum yang biasa di pakai Rockstar atau Band manapun yang telah mendapatkan perhatian media. Kalimat yang muncul dibenak saya saat itu adalah “ kesederhanaan yang bersahaja”.

Bius itu di awali dengan Debu2 beterbangan, kemudian mengalir balerina, Diudara, Desember, Jangan bakar buku,Jatuh cinta itu biasa saja, Mosi tidak percaya dan lagu2 lainnya. Saya betul-betul terbius, meski sound System yang di gunakan seadanya tapi mereka berhasil membawakan lagu-lagu mereka persis seperti kaset dan Mp3 yang saya dengar selama ini. Meski tanpa orasi atau sepotong seruan dari Kholil (atau saya yang kurang mendengarkan karena malam itu suara kholil kecil dan lembut saat bicara. Apa karena dia orang jawa ya?) saya tetap melihat aura kecerdasan mereka terpancar (Apa Karena saya terlalu nge fans ya?) Bius itu semakin menjadi-jadi saat menyadari sebuah keterampilan yang luar biasa di mainkan oleh Adrian. Ketika memainkan Bassnya ia mampu mengeluarkan vocal bernada rendah dan suara-suara aneh dari mulutnya sebagai efect dan back sound pada tiap lagu. Persis seperti kaset aslinya. Mungkin mulai sekarang saya harus memanggilnya “ Adrian yang luar biasa “.  Saya berdiri di bibir panggung dalam keadaan benar-benar  terbius hingga performance usai dan mereka turun dari panggung. Setelah menyaksikan semua ini saya menjadi betul-betul yakin atas kemampuan mereka. Saat ini kalau saja ada orang yang bertanya ke saya apa  defenisi Efek Rumah Kaca pasti saya jawab  “ Kesederhanaan yang cerdas dan terampil “.









--------------------------------------
Kholil, Adrian, Akbar : Terima kasih karena telah jadi band yang luar biasa
SMU N 8 Pekanbaru  : Terimakasih karena sudah mengundang ERK.
Cutadz, Oka, Ariel, Randall with Ana, Bodial with Rara, siLai, Wiwin, Rori, Randi, Dani : Terima kasih karena sudah bikin saya merasa nyaman berada di Pensi anak sekolahan  ( tempat yang seharusnya tidak ada saya di sana ).


Pict dan video nyusul ya!!! Sedang di siapkan.

Januari 11, 2010

Anabas itu pun tumbuh....



Anabas adalah hal yang kami sukai bersama. Saya, dia dan mereka. Kami semua mempunyai ketertarikan dan rasa suka yang sama terhadap ikan tersebut. Mungkin rasa suka ini terkait dengan potongan-potongan memori masa kecil kami saat bertualang ( ngeliampo) di hamparan sawah “rawang lowe” ketika musim berburu anabas tiba. Tapi sayangnya pembangunan yang pesat saat ini tidak menyisakan banyak ruangan bagi perkembangan anabas. Sebagian besar lahan yang biasa kami jadikan lokasi perburuan tidak lagi menyediakan cukup anabas untuk menimbulkan rasa senang saat berburunya, bahkan sebagian lagi malah telah beralih fungsi menjadi bangunan atau perumahan.

Berangkat dari rasa suka itu serta efek dari “urban sprawl” yang menyebabkan susahnya mencari wilayah perburuan anabas di kabupaten kami terlintaslah pikiran untuk membuat sebuah kolam khusus bagi pengembang biakan anabas. Seperti halnya rekaman memori masa kecil yang kami simpan, anabas selalu hidup bersama-sama dengan trichogonoster maka di kolam itu pun kami akan membuat mereka kembali hidup bersama-sama.

Setelah gagal mencari bibit anabas di pasaran umum akhirnya kami mendapatkan bibit-bibit anabas dari seorang teman di Dinas perikanan Kab. Kuansing. Meski untuk itu kami harus bersabar menunggu selama 1 bulan. Sedangkan bibit trichogonoster kami kumpulkan dengan menangkapinya di sawah-sawah penduduk.

Akhirnya,, tepat pada minggu pertama di bulan November 2009, 2.000 ekor bibit anabas dan 750 ekor bibit trichogonoster kami release di kolam tanah persawahan “luar parik”. Kolam ini memiliki bentuk dan keadaan yang sama persis dengan habitat asli anabas yang kami ketahui di masa kecil kami.

Kemudian setelah 3 bulan , bibit anabas yang berukuran sebesar jempol tangan pria dewasa itu tumbuh menjadi lebih besar dan akhirnya kami memiliki lokasi "private" untuk menyalurkan keinginn berburu anabas ..................






















Januari 06, 2010

TERHENTI



TERHENTI
 Rasanya seperti terhenti,,,,,,. Berhenti sendiri tanpa diminta.  Berhenti sendiri meski tak diinginkan.
Tiba-tiba saja kehilangan seluruh gairah. Kehilangan seluruh keinginan. Tak ada lagi mimpi – mimpi yang memacu diri untuk berusaha. Tak ada lagi ambisi – ambisi gila yang menohok diri minta di wujudkan. Tak ada inspirasi dan intuisi. Ya….,, rasanya seperti terhenti.
Rasanya ini bukan seperti “ berhenti sejenak untuk berfikir” juga bukan seperti “berhenti sejenak untuk beristirahat”, ini seperti terhenti..,, terhenti begitu saja tanpa maksud yang jelas, tanpa batas waktu yang pasti..
Rasanya aku inigin hentikan ini,, segera…..
Aku tidak mau terhenti,, tidak mau,,
Aku tidak ingin seperti ini
Tidak ingin…….
Aku butuh gairah
Aku butuh keinginan
Aku butuh mimpi
Aku butuh ambisi
Aku butuh inspirasi
Aku butuh intuisi
Ku mohon…..
…. JANGAN BERHENTI DISINI !!!

Desember 15, 2009

CPNSD 2009 ,, LINK DATA SCORE LMFEUI



DUMAI
http://docs.google.com/fileview?id=0B-rcEjteHNnLZWE0YWU2NzAtMWFhYy00NTBhLWJhNWItYmRiNzgzNTk0ZTcw&hl=en

SIAK
http://docs.google.com/fileview?id=0B-rcEjteHNnLNjY1NGY4ODUtMTY3OC00NzFmLTgzOGEtM2Q1OTQ3ODZiNjc1&hl=en

KAMPAR
http://docs.google.com/fileview?id=0B-rcEjteHNnLMjMzM2VjYjUtYjkwNi00ZWRkLWFkNzYtZTM2Nzk3MzdlYTY4&hl=en

INHU
http://docs.google.com/fileview?id=0B-rcEjteHNnLNTI5ZThkZGQtMDZlZS00MWEyLTgzNTQtN2NhODQ2MTI2N2Fl&hl=en

INHIL
http://docs.google.com/fileview?id=0B-rcEjteHNnLMGI1ZTk5NDMtZDJhNy00MmM0LTg3MmYtMWY1ZTEyZGNlMGU1&hl=en

ROHUL
http://docs.google.com/fileview?id=0B-rcEjteHNnLODE4OWU2YjktZDMyYi00OGUzLTgxYWMtNWY1ZjlkMTg2ZmI5&hl=en

KUANSING
http://docs.google.com/fileview?id=0B-rcEjteHNnLNGVmZjE5YTEtYzYzNy00NzYwLWFjOTAtMjNiYjFlN2FkNzQ5&hl=en

Desember 10, 2009

Balasan Email dari Humas UI untuk atas email yg dikirim dalam Gerakan 3 surat untuk keadilan



humas-ui@ui.ac.id

10 Desember 2009 17:38
Kepada: Bikinblog darikuantan
Selamat sore,

Berikut kami informasikan link siaran pers UI mengenai CPNSD melalui
http://www.ui.ac.id/download/siaran_pers/Siaran-Pers-UI-CPNSD.pdf

Saat ini UI sedang melakukan pembahasan di internal serta pemda terkait
mengenai penayangan perangkingan hasil CPNSD, sementara  itu anda dapat
menanyakan langsung kepada pemda terkait.

Terima kasih


Salam
Kantor Komunikasi

Balasan Email dari Humas UI untuk atas email yg dikirim dalam Gerakan 3 surat untuk keadilan



humas-ui@ui.ac.id

10 Desember 2009 17:38
Kepada: Bikinblog darikuantan
Selamat sore,

Berikut kami informasikan link siaran pers UI mengenai CPNSD melalui
http://www.ui.ac.id/download/siaran_pers/Siaran-Pers-UI-CPNSD.pdf

Saat ini UI sedang melakukan pembahasan di internal serta pemda terkait
mengenai penayangan perangkingan hasil CPNSD, sementara  itu anda dapat
menanyakan langsung kepada pemda terkait.

Terima kasih


Salam
Kantor Komunikasi


CPNSD2009 hasil ranking LMFEUI untuk daerah Rohul dan Kuansing



Kuansing file 
Rohul file

Desember 09, 2009

Gerakan 3 Surat Untuk Keadilan






Dengan mencuatnya berbagai berita miring tentang kecurangan dalam penerimaan CPNSD di wilayah Propinsi Riau maka dipandang perlu agar lembaga penyelenggaranya mengumumkan hasil pemeriksaan mereka guna memberi rasa keadlian kepada masyarakat dan menghindari timbulnya keresahan didalam masyarakat yg mengakibatkan terjadinya krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah, untuk dibuatlah sebuah gerakan untuk meminta LMFEUI mengumumkan hasil pemeriksaan mereka tanpa rekayasa dan meminta penekanan dari Rektor UI dan Pimpinan KPK agar pengumuman ini bisa terwujud.
Gerakan ini diberi nama GERAKAN 3 SURAT UNTUK KEADILAN.

salah satu kutipan dari halaman gerakan tersebut adalah :

Bagi yg malas mengarang surat silahkan copy paste surat ini

surat 1

Kami para peserta ujian penerimaan CPNSD di propinsi Riau dan seluruh masyarakat Propinsi Riau yg peduli akan rasa keadilan terhadap masyarakat serta menginginkan Indonesia bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme dengan ini memohon kepada pimpinan Lembaga Managemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia untuk mengumumkan hasil pemeriksaan ujian penerimaan CPNSD di propinsi riau dan seluruh kabupaten/kota nya serta hasil perankingan yang telah dilakukan oleh Lembaga Managemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Kami yakin pengumuman tersebut akan memberi efek positif bagi terwujudnya Indonesia yang bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme namun jika Lembaga Managemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menolak untuk mengumumkan hasil pemeriksaan ujian penerimaan CPNSD dan hasil perankingan tersebut maka kami berkeyakinan Lembaga Managemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia telah menjadi bagian dari gerbong yang mengusahakan agar Korupsi Kolusi dan Nepotisme tetap tumbuh dengan subur di Indonesia.


dialamatkan ke :
Lembaga Management
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Jl. Salemba Raya No. 4
Jakarta 10430
Indonesia

Phone :
+62 21 3907410
+62 21 31934142
Fax :
+62 21 31931610

via email :
Email : contact@lmfeui.com

surat 2

Kami para peserta ujian penerimaan CPNSD di propinsi Riau dan seluruh masyarakat Propinsi Riau yg peduli akan rasa keadilan terhadap masyarakat serta menginginkan Indonesia bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme dengan ini memohon kepada pimpinan Rektor Universitas Indonesia untuk mendesak Lembaga Managemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia mengumumkan hasil pemeriksaan ujian penerimaan CPNSD di propinsi riau dan seluruh kabupaten/kota nya serta hasil perankingan yang telah dilakukan oleh Lembaga Managemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Kami yakin pengumuman tersebut akan memberi efek positif bagi terwujudnya Indonesia yang bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme namun jika Lembaga Managemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menolak untuk mengumumkan hasil pemeriksaan ujian penerimaan CPNSD dan hasil perankingan tersebut maka kami berkeyakinan Lembaga Managemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia telah menjadi bagian dari gerbong yang mengusahakan agar Korupsi Kolusi dan Nepotisme tetap tumbuh dengan subur di Indonesia.

dialamatkan ke :
Universitas Indonesia
Kampus UI Depok 16424 - Indonesia
Telp: 021-786 7 222

via email :
E-mail: humas-ui@ui.ac.id

surat 3


Kami para peserta ujian penerimaan CPNSD di propinsi Riau dan seluruh masyarakat Propinsi Riau yg peduli akan rasa keadilan terhadap masyarakat serta menginginkan Indonesia bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme dengan ini memohon kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mendesak Lembaga Managemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia mengumumkan hasil pemeriksaan ujian penerimaan CPNSD di propinsi riau dan seluruh kabupaten/kota nya serta hasil perankingan yang telah dilakukan oleh Lembaga Managemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tersebut.
Kami yakin pengumuman tersebut akan memberi efek positif bagi terwujudnya Indonesia yang bebas dari Korupsi Kolusi dan Nepotisme namun jika Lembaga Managemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia menolak untuk mengumumkan hasil pemeriksaan ujian penerimaan CPNSD dan hasil perankingan tersebut maka kami berkeyakinan Lembaga Managemen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia telah menjadi bagian dari gerbong yang mengusahakan agar Korupsi Kolusi dan Nepotisme tetap tumbuh dengan subur di Indonesia.


dialamatkan ke :
KPK

Jl. H.R. Rasuna Said Kav C-1, Jakarta 12920,
Telp. (021 ) 2557 8389 , Faks. (021) 5289 2454

via email :
Email : informasi@kpk.go.id


bagi yang peduli silahkan bergabung  dan iku mengirim surat !!!!!!!!!!!!!!!

Desember 04, 2009

Dinas Sungai Kabupaten kuantan singingi, perlukah?



perlukah di bentuk dinas sungai di kabupaten kuantan singingi,, ?
ide pembentukan dinas sungai pernah juga tercetus di kota Banjarmasin...

November 26, 2009

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA








selamat hari raya
IDUL ADHA ya..........

September 17, 2009

BEBERAPA TOPIK DISKUSI YG DI BAHAS DI GROUP KUANTAN CARES



Topik: PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin)

Kiriman 1
Yandra Mp menulispada 23 Juli 2009 jam 15:21
Assalamualaikum w.w......, Kawan... Jika Anda melewati jalur darat PKU - T. Kuantan, coba anda sempatkan singgah di jembatan Akik Godang (Lipat Kain), Palingkan lah Pandangan anda ke sungai itu.... alangkah sedihnya hati melihat kondisi air sungai seperti "kopi susu"... tahukah anda penyebabnya...?, PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin)...di Kab .Kaunsing... (Sungai Singingi yang bermuara ke Sungai Kampar Kiri) itulah Sumber Malapetaka ini..., Beberapa waktu yg lalu Pemkab. Kuansing pernah menertibkan itu, tapi tdk tuntas... malah tambah jadi..., memang lokasinya sudah berpindah yg semula disekitar perkampungan sekarang "Mereka" memilih lokasi di bagian hulu sungai singingi dan sungai Lembu serta di banyak lagi anak sungai-anak sungai yg bermuara ke sungai Singingi. Keuntungan yg diperoleh segelintir orang Tapi Sengsara dan Derita yg didapat oleh orang banyak... termasuk saudara-saudara kita yang tinggal di sekitar DAS Kampar Kiri kab. Kampar dan kab. Pelalawan..., Bisakah Pemkab Kuansing Tegas memberantas PETI ini Seperti halnya Pemkab Kampar....?, ataukah mereka "Mendapat Upeti" dari penderitaan rakyat ini. Jadi melalui FB ini saya berharap kepada kawan2 agar dpt angkat bicara mengenai permasalahan ini shg mendapat perhatian serius dari Pemkab Kuansing utk menuntaskannya..., Bravo..., Salam....


Kiriman 2
Anda menulispada 01 Agustus 2009 jam 13:56
ketika ketidak beresan di kuantan singingi mulai memberi efek yg buruk terhadap daerah lain, kami menjadi sangat malu atas kinerja para pemimpin di negeri kami, baik pemda maupun kepolisiannya.

semoga kita semua dapat lebih merapatkan barisan menentang segala bentuk aktifitas yg merusak sungai dan anak2 sungai yang ada di sekitarnya.

Kiriman 3
Mardiansyah Putra menulispada 13 September 2009 jam 19:14
kalau duitnya beres yaaaa berarti pekerjaan juga beres dilakukan semaunya.kerusakan linkungan jadi nomor sekian, mana ada pejabat kita yang peduli selama setoran masih lancar,tolonglah kami pak karena bapak lah yang berwenang dalam hal ini,mari kita selamatkan negeri kita bersama2.salam




Topik: penambangan emas

Kiriman 1
Afri Theking menulispada 06 April 2009 jam 9:51
Saya di beritahu oleh teman saya ttg adanya penambangan emas di sungai teluk kuantan yang memakai air keras,dampaknya sangat bahaya karena bisa merusak mutu keturunan kita apabila kita memakai atau mengkonsumsi ikan bahkan air di sekitar air kuantan!



Kiriman 2
Neyna WiLda menulispada 27 April 2009 jam 18:50
hmmm....
orang kuantan harus hati2 neh....



Kiriman 3
Mardiansyah Putra menulispada 13 September 2009 jam 19:06
tangkap aja langsung orang yang terbukti menggunakan zat tersebut,udah merusak linkungan eh,, di tambah lagi merusak kehidupan warga ssungai kuantan





Topik : Penggalian situ

Kiriman 1
Anda menulispada 16 Maret 2009 jam 1:30
bagaimana tanggapan anda tentang maraknya penambangan pasir dan batu di sungai kuantan dengan menggunakan mesin?
silahkan posting tanggapan anda di kolom diskusi ini....



Kiriman 2
Anda menulispada 16 Maret 2009 jam 12:42
jawaban yg saya terima melalui pesan

bajora lubis :
klau pnmbangan pasir dan batu dgn mnggunakan mesin berdampak negatif pd klestarian lingkunagn alam n sekitarnya,,knpa tdk d hentikan...

Dedi rust :
pendapat saya,perlu dilakukan sosialisasi bidang pertambangan,ada aturan hukumnya bidang pertambangan,baik galian c,maupun bwh tanah,lebih baik lg kalau ada payung hukum berbentuk perda

Rika rivana :
Menurut saya, perlu adanya penertiban terhadap penambangan pasir menggunakan mesin sedot dengan di keluarkannya UU perizinan ato peraturan pemerintah melalui kajiannya terhadap dampak lingkungan yg di timbulkan akibat kegiatan tersebut.

ada lagi ? sebelum kita coba mengambil sebuah kesimpulan?



Kiriman 3
Anda menulispada 17 Maret 2009 jam 13:39
tambahan jawaban lewat pesan :

Misbah ibrahim :
Penambangan dengan cara apapun, baik pasir, emas atau apa pun namanya, sangat berisiko dan dapat merusak ekologis daerah tersebut.
sebenarnya penggunaan alat yg canggih dalam melakukan penambangan akan sangat merugikan, walaupun hasil nya lebih cepat dan efektif, akan tetapi tidak dapat memperhitungkan dampaknya terhadap lingkungan tersebut, berbeda dengan cara manual yg masih memikirkan dampak perbuatannya.
karenanya, pengelolan atas dasar batasan keperluan dan kebutuhan akan lebih baik daripada pengambilan tanpa ada reklamasi di daerah tersebut.


Jon norlian
Yang pasti baik secara lansung atau tidak lansung sangat merugikan bagi masyarakat dari keuntungannya.. Antara lain pencemaran air sungai akibat aktifitas penambangan tesebut yang mengakibatkan menurunnya populasi ikan sungai,. Air sungai kuantan saat ini tidak lagi jernih, dulu semasa kecil, air kuantan masih jernih saya suka menyelam di kuantan dan masih bisa liat dasar sungai dan ikan dengan jelas tanpa kaca mata selam. Harapan kita pada pemda, agar lebih tegas terhadap penambangan pasir yang masih berlansung saat ini. Pengalaman saya di sungai kuantan, waktu saya buang hajat di wc terapung, pas lagi cebok terasa licin airnya, gak tau nya airnya sudah tercemar tumpahan minyak dan oli bekas dari mesin sedot pasir di hulu sungai kuantan.. SEBEL. Itulah salah satu kerugian bagi saya secara lansung akibat penambangan pasir tesebut.


ada lagi ? sebelum kita coba mengambil sebuah kesimpulan?



Kiriman 4
Anda menulispada 17 Maret 2009 jam 13:47
Rde Angga Rade menulis
jam 15:20

Mgkin ya sgala ssuatu nya it ad efk psitif dan negatif nya,,

Tgal bagaimana mengoptimal kan efk psitif nya dan mnekan efk negatif nya seminim mgkin. .

Mgkn ad b'ik nya diadakan smacam pelatihan gto x y bg,yg mmbhas ttg pmberdayaan SDA scra umum,dan khsusnya sungai kuantan,dan dtangkan tutor yg brkompeten di bdang nya. .

Byar ksadaran dan keterampilan msyarakat skitar DAS smkin b'ik. .



Kiriman 5
Yesi Sri Rezeki menulispada 17 Maret 2009 jam 19:46
Sir-tu= $$$$$$$
....................
Sudah ada AMDAL kan?



Kiriman 6
Mardiansyah Putra menulispada 05 September 2009 jam 21:05
semua element harus punya andil penyelamatan,harus di kaji betul dampak positif dan negatifnya,klo bisa ditekan seminimal mungkin efek negatifnya,kasian masyarakat banyak yang ada di pinggiran sungai kuantan mereka menggantungkan hidup dari sana,jangan sampai raknyat kecil di zalimi oleh orang kaya penambang pasir karena tak ada nya kontrol dari aparat terkait dan masyarakat.






Topik: Penambangan di batang Kuantan

Kiriman 1
1 balasan
Anda menulispada 22 Mei 2009 jam 23:06
Bahaya semakin mengancam keberadaan batang kuantan


Semakin hari semakin besar dan banyak ancaman yang mengintai batang kuantan, bukan hanya perusahaan-perusahaan raksasa yang menjadi penyebab ancaman tersebut tetapi masyarakat tempatan dan para borjuis-borjuis kecil di sekitar wilayah juga ikut memberi sumbangan yang cukup besar atas ancaman tersebut.


Beberapa kasus yang saat ini menjadi perhatian penulis adalah penambangan liar. Penambangan emas liar sampai saat ini masih marak dilakukan oleh masyarakat tempatan dan beberapa pemilik modal dari provinsi tetangga. Saat ini aktifitas penambangan emas terbesar di lakukan di daerah hulu batang kuantan. Kemudian beberapa aktifitas penambangan emas dalam skala yang lebih kecil juga dilakukan di sepanjang anak sungai yang mengalir ke batang kuantan, salah satunya mudiak sungai yang selama ini dikenal sebagai daerah alami yang berair jernih, penambangan di lokasi ini mengalami peningkatan setiap waktu, cara yang digunakan juga sudah beralih dari cara tradisional ke cara yang semi modern dan menggunakan merkuri langsung di dalam sungai.

Selain penambangan emas, penambangan bahan galian golongan c juga dapat ditemukan hampir di seluruh kecamatan yang berada di sepanjang aliran batang kuantan. Aktifitas penambangan bahan galian golongan c dapat di pastikan dilakukan oleh masyarakat tempatan tanpa melalui pengkajian AMDAL terlebih dahulu.

Semakin hari batang kuantan semakin terancam kelestariannya.
Semakin hari budaya kuantan semakin terancam keberadaannya.


harus segera dilakukan penekanan kepada seluruh pihak terkait yg berwenang agar masalah ini ditangani dengan serius..


Kiriman 2
Handalan Saifullah membalas kiriman Andapada 23 Mei 2009 jam 1:42
Saya usul Groupnya ditambah namanya jadi Kuantan Singingi Care, Gimana?


Kiriman 3
Anda menulispada 23 Mei 2009 jam 9:45
usulan yg bagus pak. akan saya bicarakan dulu dengan kawan2 lainnya.



Kiriman 4
Anda menulispada 23 Mei 2009 jam 9:47
beberapa usulan pergerakan yg dterima lewat pesan :

Azhar Ali
23-05-09. jam 8:51
Ada satu hal yang harus menjadi modal kita untuk melakukan penekanan kepada pihak-pihak yang terkait, yaitu : BUKTI.

Kita lakukan dokumentasi terhadap kegiatan para borjuis yang ada dilapangan.... Dengan bukti yang ada kita susun jadwal untuk melakukan penekanan kepada pihak kepolisian, kita awasai kenerja mereka.

langkah yang sangat penting adalah siapa dan kemana harus melakukan dokumentasi ? Ini terlebih dahulu yang perlu kita dudukkan.

Wandie Hc
23-05-09. jam 1:19
ambo mandukuang aksi sanak2 sadonyo,,,bilo d acaranyo kan d laksanakan?,,,agendanyo apo???,,,tolong pencerahan.



Kiriman 5
Khairul Amir menulispada 23 Mei 2009 jam 11:18
kerusakan lingkungan didaerah kuansing memang sudah mencapai taraf yg mengkwatirkan, betapa tidak mereka melakukan aksinya dengan terang-terngan....lihat saja disepanjang aliran sungai kuantan, di daerah Petapahan kec. gunung toar, disepanjang jalan Logas-Muara Lembuh.....bukankah dalam UUD 1945 pasal 33 (3) dikatakan Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besar untuk kemakmuran rakyat, tp yg terjadi di kuansing adalah Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh orang kaya yg tak berbudi dan bermoral dan dipergunakan sebesar-besar untuk kemakmuran keluarganya....hal ini diperparah tiadanya Perda tentang Lingkungan di Kab. Kuansing.....jadi menurut ambo solusinya, tekan DPRD untuk membuat Perda Lingkunangan, serahkan penguasaan hasil alam tsb kpd Negara dlm hal ini Pemda, spt yg termaksud dlm UUD 1945 pasal 33 (3). buat peraturan yg dapat membatasi gerak para perusak lingkungan. tingkatkan kesadaran warga untuk peduli sama lingkungan dalam hal ini hendaknya Pemda aktif memberikan Himbauan kpd para warga agar peduli thd lingkungan.


Kiriman 6
Radli Eka Ambacista menulispada 23 Mei 2009 jam 11:56
seharusnya para mahasiswa yg ingin ngadain penelitian dibiayai untuk menunjukan bukti yg real..!!
bukannya gampang untuk menghentikan itu smwa masarakat kuansing telah menggantungkan hidupnya disitu..!!jika mereka ditekan untuk berhenti maka otomatis mereka akan berontak..
jdi usuulan saya lapangan kerja di kuansing ditambah..!!
misalnya saja memanfaatkan lahan kosong...!!
dengan otoritas ekonomi dari pemda..dengan menerima seluruh hasil pertanian dari daerh kuansing dan dengan permainan harga yg bisa menncukupi standar biaya hidup di daerah kuansing yg cukup tinggi..!
tanamkan persepsi kepada masyarakat bahwa hanya dengan bertani kita bisa memenuhi kebutuhan hidup kita..!!
maaf klo kata2nya bnyk yg rancu,,!!



Kiriman 7
Anda menulispada 23 Mei 2009 jam 12:53
tanggapan melalui pesan

Rika Rivana

23-05-2009 jam 12:49
kelestarian lingkungan hidup memang hrs diperhatikn demi klangsungan hidup manusia d muka bumi. Tapi kt sbg aparatur daerah mmbuat ruang grk jd terbatas mengingat pemerintahan skrg ini agak sdikit otoriter. Merekrut anggt non peg lbh bny mrupakn salahsatu jln yg baik utk saat ini, agar lebih bebas mlakukan gerakan2 aktif dan lbh fokus pd tujuan dn misi.



Kiriman 8
Anda menulispada 23 Mei 2009 jam 12:59
menurut saya menjaga kelestarian alam dengan benar bukan berarti serta merta menutup lapangan kerja masyarakat di bidang pertambangan,hanya saja pertambangan tersebut mesti dikelola dengan benar. makanya perlu di lakukan penelitian dampak penambangan tersebut oleh pemerintah. kemudian temukan cara yang aman dan ramah lingkungan untuk mengeksploitasinya. saya rasa bapedalda dan dinas pertambangan mesti berperan aktif dalam kasus ini

jika semua hal tersebut telah dilakukan dan formula yg tepat telah ditemukan saya yakin semua pihak bisa di untungkan.



sekedar catatan.
setiap kontraktor yg melakukan jasa pembangunan fisik telah dipungut pajak daerah atas bahan galian golongan c. itu artinya pemerintah daerah telah merestui adanya penambangan gol.c, tapi sayangnya pemda tidak pernah tahu dari pertambangan mana kontraktor membeli materialnya. apakah pertambangan tersebut legal atau ilegal.
alam tetap terjaga kelestariannya
masyarakat dapat berusaha dengan cara yg legal
dan kabupaten pun mendapat sumber Pendapatan Aseli Daerah yg besar.



Kiriman 9
Anda menulispada 24 Mei 2009 jam 9:32
Jon Norlian

24 05 2009 jam 1:27

Setuju.. Kalo ada aksi.. Tapi aksi yang seperti apa? Kita juga harus minta dukungan atas aksi tesebut dari tokoh masyarakat atau yang terkait dengan bidang tesebut.,. Biasanya berbagai kepentingan banyak terlibat,. Makanya masyarakat seakan menutup mata terhadap penambangan tanpa izin tesebut, serta dampak negatif secara lansung nya juga belum di rasakan betul oleh masyarakat.


Ronny Faslah Faslah

24 05 2009 jam 7:28
Tpi skg sdh mlai mnipis activitas msyrkat yg sm skli tidak ramh lingkungan sbenary yg hrus di pertegas pmrintahan setempat untk sllu komit terhadap klestarian lingkungan dan mnciptakan lpangan kerja.serta bersosiolisasi besama msyrakat bgaimana cra mlestarian lingkungan dengan baik dan benar( KKKL ) bkan smata blka yng mporak porandakan klestraian lingkungan.



Kiriman 10
Anda menulispada 27 Mei 2009 jam 16:33
Kunah Caem
26 Mei jam 14:03
BETUL. Kekayaan alam yang luar biasa, ternyata tidak menjamin kekayaan mahluk sekitarnya. Perlu menejemen...yang profesiona (ilmu,keterampilan dan hati nurani).........



Kiriman 11
Mardiansyah Putra menulispada 03 September 2009 jam 20:41
yang pertama kita harus menggerakan hati pejabat yang berwenang agar segera mengambil tindakan yang kongkrit,untuk mencegah kerusakan yang lebih parah lagi.jangan biarkan uang mengambil alih hati nurani bapak2 kita sehingga apapun dampaknya tetap saja di pandang biasa,dari dahulu masyarakat kita bersahabat dengan alam,yang kurang bersahabat itu adalah toke2 nya itu yang membiayai.


Topik: Lindungi Batang Kuantan

Menampilkan semua 3 kiriman oleh 3 orang.
Kiriman 1
Anda menulispada 23 Februari 2009 jam 0:23
Batang (sungai) Kuantan adalah sebuah elemen penting bagi masyarakat kuantan singingi dan sekitarnya. Awal dari peradabadan yang berkembang saat ini bermula dari daerah pinggiran batang kuantan . Kegiatan sehari-hari, beberapa upacara adat serta kegiatan seni dan budaya masyarakat kuantan singingi memiliki keterkaitan dan hubungan dengan batang kuantan.

Meskipun saat ini perlahan – perlahan kebutuhan dan ketergantungan masyarakat terhadap batang kuantan semakin berkurang bukan berarti batang kuantan saat ini tidak lagi menjadi elemen yang penting bagi masyarkat. Dengan pengakuan atau tanpa pengakuan sekalipun batang kuantan tetap menjadi bagian terpenting bagi masayarakat dan daerah disekitar alirannya.

Untuk melihat seberapa serius masyarakat dan pemerintah daerah kabupaten kuantan singingi memperhatikan dan menjaga keadaan batang kuantan bisa diukur dari beberapa indikator secara umum.

Indikator pertama adalah hutan di sepanjang aliran dan sekitar batang kuantan. Hutan di sepanjang daerah aliaran sungai adalah daerah resapan air. Kondisi daerah resapan sangat berpengaruh terhadap debit mata air dan kualitas air yang pada akhirnya berpengaruh terhadap persediaan air tanah serta debit air batang kuantan. Berkurangnya debit mata air akan menyebabkan kerusakan ekosistem secara keseluruhan sebagai satu kesatuan. Selain itu kerusakan hutan juga menyebabkan erosi yang akan mengakibatkan hilangnya lapisan atas tanah jika terjadi secara terus menerus. erosi juga menyebabkan sedimentasi hingga menimbulkan pendangkalan. Jadi, jika hutan dijadikan indikator kepedulian masyarakat dan pemerintah kabupaten kuantan singingi terhadap batang kuantan maka Keadaan hutan di sepanjang aliran batang kuantan dan daerah-daerah di sekitarnya merupakan cerminan langsung dari bentuk kepedulian masyarakat dan pemerintah tersebut.

Kualitas air adalah indikator berikutnya untuk mengukur kepedulian masyarakat dan pemerintah kabupaten kuantan singingi. Selain dipengaruhi oleh daerah resapan air perilaku masyarakat sekitar juga berpengaruh terhadap kualitas air batang kuantan. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang limbah padat , cair dan gas kedalam batang kuantan memiliki arti yang sangat penting bagi keadaan kualitas air batang kuantan. Eksplorasi juga memiliki pengaruh yang besar. Eksplorasi sumber daya alam di sepanjang batang kuantan bukanlah suatu hal yang harus kita haramkan mengingat kegiatan eksplorasi telah dilakukan oleh orang – orang terdahulu jauh sebelum generasi yang ada saat ini. hanya saja efek yang ditimbulkan oleh ekplorasilah yang harus di perhatikan. Baik itu efeknya terhadap keaadan fisik batang kuantan maupun terhadap kualitas airnya, terutama dalam penggunaan zat-zat kimia dan bahan cair lainnya yang memiliki pengaruh buruk terhadap kualitas air.

berita tentang pencemaran terhadap sungai cikijing, porong, siak, ciliwung dan sungai –sungai lainnya di Indonesia adalah sebuah pelajaran tentang betapa sebuah sungai menjadi sangat sulit untuk di perbaiki jika sudah terlanjur rusak dan tercemar.

"Jika semua sudah terlambat dan tidak lagi bisa diselamatkan maka bayangkanlah dua buah jalur dari fiber glass ( karena kayu tak ada lagi ) tengah berpacu di atas batang kuantan yang dangkal, penuh sampah, butek dan tercemar limbah berbahaya. Sungguh.... sebuah Festival Pacu Jalur yang menyedihkan."


tulisan ini pernah dipublikasikan di www.bikinblogdarikuantan.blogspot.com



Kiriman 2
Fajri Asyamie Abas menulispada 01 Mei 2009 jam 11:25
ok boss, soal pencemaran batang kuantan memang suatu masalah besar yang harus kita bahas bersama, tidak cukup cuma melibatkan para eksekutif dan legislatif Kab. Kuansing yang tidak jelas dan betul-betul ada niat untuk membenahi nya, selanjutnya ada sebuah persoalan yang signifikan dgn pencemaran batang Kuantan yang perlu juga kita angkat yaitu :soal pembabatan hutan yang dilakukan para Pengusaha Luar maupun lokal, Ini juga berdampak terhadap kelangsungan hidup anak cucu masyarakat Kuantan Singingi kelaknya.

Coba kita bayangkan jika hutan di Kuantan Singingi nanti punah maka kehidupan masyarakat yang sebagian besar perpendidikan sekolah Dasar yaitu menggantungkan hidupnya dengan bertani dan berkebun akan hilang diakibatkan oleh Pembabatan hutan oleh perusahaan. Persoalan ini telah terjadi di daerah Pucuk Rantau Kec. Kuantan Mudik Kab. Kuantan Singingi.

Nah penomena ini tidak bisa kita simpulkan terjadi akibat dari kelalaian masarakat tempatan semata, tetapi lebih kepada kecerobohan Pemerintah kita. dan bahkan berdasar fakta dilapangan membuktikan salah seorang dari pejabat kabupaten dengan mengatasnamakan masyrakat membuka hutan lindung tepatnya di kawasan hutan lindung Bukit Betabuh yang selama ini sangat dilindungi pemerintah



Kiriman 3
Mardiansyah Putra menulispada 11 Agustus 2009 jam 6:54
intinya kita, tepatnya pemerintah kita ini belum maksimal memikirkan dampak penggundulan hutan masih bermain dalam tugas,alangkah mirisnya hati kita nanti mendengar kisah hutan kuantan singingi yang dulunya lebat sekarang telah habis di babat,walaupun ditanam kembali pasti butuh waktu yang sangat lama untuk bisa seperti sedia kala,ntah jaman nya siapa



Topik: RANDAI DAN ERA GLOBALISASI

Menampilkan semua 5 kiriman oleh 4 orang.
Kiriman 1
Qyai Rock menulispada 21 Maret 2009 jam 4:04
Melihat asumsi public saat ini,terlihatlah bahwa “Randai” sebagai satu kesenian tradisional tidak lagi diminati oleh sebagian generasi muda kuantan singingi,.
Randai menjadi tersegmented berdasarkan kelompok umur.
Padahal sebagai sebuah seni tradisional randai seharusnya jangan mati,setidak2nya jangan mati saat ini. Karena randai dapat menjadi salah satu unsur identitas kita ditengah derasnya globalisasi.
Pertanyaannya adalah,mengapa randai ditinggalkan dan tidak lagi diminati oleh sebagian besar generasi muda kuantan singingi?
Berdasarkan tinjauan dilapangan kami dapat menyimpulkan bahwa generasi muda menganggap randai telah menjadi sebuah bentuk kesenian yang mononton dan statis.
Para pelaku randai tidak memiliki kreatifitas utk memunculkan ide2 segar yang dapat mengikuti lajunya gerak zaman,sehingga randai menjadi sebuah bentuk kesenian yang mengikat tidak lagi membebaskan. Adalah tugas kita juga utk mendorong para pelaku randai agar lebih terbuka menerima hal2 baru dan menjadi lebih kreatif,atau malah lebih bagus lagi kalau kita juga menawarkan ide2 segar untuk kesenian randai.
Dulu pernah ada ide untuk membentuk sebuah grup randai yang akan memainkan randai dengan teknolagi computer,jd konsepnya “Randai digital” begitulah! Tp,karena dua dan lain hal ide ini belum bisa dilaksanakan alias masih sebatas wacana saja.
Mungkin kawan2 punya ide lain bagaimana agar randai dapat menjadi sebuah bentuk kesenian yang atraktif,dinamis dan relative menjadi lebih menarik..



Kiriman 2
Epit Yasri (Manchester, NH) menulispada 31 Maret 2009 jam 21:59
i like randai..
ketertrikan ku bak bung karno mnyaksikan pagelaran wayang
penuh kharismatik budaya dan religi, serta pesan moral
kapan aku bs mlhtnya yach..?



Kiriman 3
Qyai Rock menulispada 09 April 2009 jam 22:21
@Syafrison; Benar bang kita telah gagal membangun kecintaan pada nilai2 lokal, tapi kita juga tidak bisa berhenti pada titik itu saja. Setelah penyebab masalahnya kita temukan,alangkah baiknya mulai dipikirkan solusinya.
Kalau mengenai berjalan sejauh2nya menjeljahi penjuru dunia,itu mgkn ide yg absurd. Karena tidak semua orang punya kmampuan finansial utk melakukan itu.


Saya juga bangga menjadi rang kuantan



Kiriman 4
Neyna WiLda menulispada 27 April 2009 jam 18:53
yeah...
sayang sekali,banyak yang memandang sebelah mata pada randai...terlebih muda-mudi kuansing....
untungnya saia tidakk!!
i luv randai,tapi jarang bisa nonton...
hohohohoho



Kiriman 5
Mardiansyah Putra menulispada 11 Agustus 2009 jam 6:47
i love you full to randai,sepertinya boleh dibilang semua orang kuantan suka randai ,cuma mungkin randainya itu sendiri sangat jarang di tampilkan dalam perhelatan di tempat kita,mengapa orang kita lebih suka menampilkan organ tunggal, mungkin dalam hal ini pembina atau pemain randai bisa memikirkan bagaimana supaya randai bisa lebih sering tampil ke publik atau masyarakat,dan juga pemerintah di harapkan mendukung mengangkat tradisi kita ini dengan mungkin randai lebih banyak mengisi acara -perhelatan pemda.saya yakin randai tak akan kalah pamor dari hiburan lain nya asalkan kita kreatif mengelolanya,mungkin kedepannya akan lebih bagus lagi kita berbuat secara real untuk randai terjun ke lapangan . oke salam randai


Pembangunan Turap

Menampilkan semua 2 kiriman oleh 2 orang.
Kiriman 1
Anda menulispada 27 Februari 2009 jam 11:07
Beberapa tahun terakhir pemerintah kabupaten kuantan singingi nampak sibuk melakukan pembangunan turap di beberapa bagian pinggir sungai kuantan.

Menurut saudara/i seperti apakah manfaat turap ini bagi kelestarian batang kuantan dan akankah pembangunan turap ini menimbulkan sebuah efek samping terhadap batang kuantan? dan seberapa besar perbandingan antara efek samping dan manfaatnya.

mohon analisanya di tinjau dari berbagai sudut pandang ( silahkan posting di bawah ini )

terima kasih
admin Kuantan Cares



Kiriman 2
Ison Idris menulispada 27 Februari 2009 jam 17:03
Harus disadari Kuantan merupakan sungai yang unik, sangat berkelok-kelok, sehingga rawan abrasi disetiap kelokannya. Kalau untuk menjaga tebing kuantan dari abrasi, mengapa tidak? Kalau ada pilihan lain, misalnya dengan menanam pohon yang dapat menahan abrasi, lebih baik lagi, lebih alami, suasananya lebih kampung. Tapi biasanya laju abrasi jauh lebih cepat dari laju pertumbuhan pohon, untuk tindak antisipatif boleh lah, tapi untuk perencanaan jangka panjang, menanam pohon harus prioritas...




Topik: Revolusi Tradisi Pacu Jalur

Menampilkan semua 6 kiriman oleh 5 orang.
Kiriman 1
Qyai Rock menulispada 25 Maret 2009 jam 19:40
Pacu jalur sebagai kebudayaan yang berbahan baku kayu akan terancam punah.
Bagaimana tidak,jika hutan setiap hari dibabat. Penebangan dan penanaman sungguh tidak berimbang. Walaupun kami tak memiliki angka yang pasti tapi bisa dibaca dari kondisi sulitnya para tetua kampung mencari kayu(pohon) untuk bahan baku jalur saat ini.
Kondisi seperti ini sudah selayaknya dipikirkan sedari kini,seperti apakah kita akan menyiasati kondisi ini agar tradisi pacu jalur tetap bias bertahan.
Apakah komponen masyarakat memiliki kekuatan bargaining untuk menekan para kaum pemilik modal yang membabat hutan? Ataukah memang sudah saatnya kita memesan jalur dari Jepang? Atau jangan2 ini adalah saatnya revolusi bagi tradisi pacu jalur,menukar bahan baku jalur dari kayu dengan besi,baja atau karet. Lalu kelompok2 usaha secara bersama mendirikan unit2 usaha yang memproduksi jalur dari besi,baja atau karet tsb dan menjualnya pada kampong yang akan ikut berpacu.
Mari kita lakukan obrolan santai tentang persoalan ini!



Kiriman 2
Epit Yasri (Manchester, NH) menulispada 31 Maret 2009 jam 21:57
solusi ada pada maysrakat yg ada disekitar tu ndri....
mereka hrus menyadri,klo hal itu akan terjadi dan mrka harus bisa berjiwa bsr tuk menjaganya



Kiriman 3
Ison Idris menulispada 03 April 2009 jam 17:49
Kalau hari ini masing-masing bonjar/ desa menanam 10 pohon di bonjar/ desa masing-masing dan menjaganya untuk cadangan bahan baku Jalur, maka beberapa puluh bahkan ratus tahun ke depan kita masih akan punya cadangan kayu untuk bahan baku Jalur sebanyak....let say 199 desa x 10 = 1.990 batang...

$$$everything should be made as simple as possible but not simpler$$$

Yang menjadi masalah adalah kalau segala program, diukur dengan berapa persen yang masuk saku pribadi (atau partai, atau untuk modal pilkada)...
Tidak mengapa juga, kita bisa melakukannya dengan gerakan yang berbasis masyarakat... community based tree planting...kereeeen

*any way, dengan ide ini, kalau saya jadi caleg, ada yang milih ndak?***

Atau pertanyaannya dibalik:

*Ada caleg yang punya ide seperti ini ndak?***



Kiriman 4
1 balasan
Anda menulispada 04 April 2009 jam 14:40
ketersediaan bahan baku asli untuk membuat jalur memiliki ketergantungan langsung dengan kelestarian hutan, karena penanaman pohon untuk menjadi bahan baku akan membutuhkan waktu yg panjang. memang jika setiap bonjar menanam 10 pohon maka akan tersedia sekitar1.990 batang tetapi kita akan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk bisa menggunakan pohon tersebut sebgai bahan baku.

jika kita coba untuk memikirkan bahan baku pengganti maka beberapa kaidah yang menyangkut nilai seni dan budaya serta teknik pembuatan dan bentuk asli jalur harus ikut kita pertimbangan. meski dalam beberpa tahun terakhir tak bisa kita ingkari bahwa telah terjadi pergeseran atau pun perkembangan dalam bidang design dan bentuk jalur.

jadi intinya ada 2 hal yg harus segera kita lakukan , yaitu

segera melestrikan hutan dan segera memikirkan tentang bentuk substitusi yang paling mungkin.



Kiriman 5
Ison Idris membalas kiriman Andapada 08 April 2009 jam 9:17
Setuju Wahyu.

Melestarikan hutan!!!
Ada Plan A, ada Plan B, atau A dan B sekaligus untuk saling melengkapi.



Kiriman 6
Mardiansyah Putra menulispada 11 Agustus 2009 jam 6:34
seharusnya yang paling bertanggung jawab atas mulai menghilang nya kayu jalur adalah pemerintah khususnya aparat terkait dengan hutan,karena s4elama ini tak pernah memikirkan dampak dari penebang hutan yang perijinannya di sah kan oleh pemerintah,yang dipikirkan hanya duit masuk kekantong,maunya enak sendiri-sendiri datang masalahnya sibuk mengajak menanam pohon kembali pada masyarakat padahal masyarakat hanya butuh puluhan batang pohon saja dalam setahun untuk kayu jalur,sementara perusahaan membabat semua yang ada tanpa peduli akibatnya.sekarang marilah jaga bersama apa yang tersisa kalau bukan kita siapa lagi,ayo kita lestarikan budaya asli kita yaitu jalur yang terbuat dari kayu

Topik: surat dari klaten

Menampilkan satu-satunya kiriman.
Kiriman 1
Anda menulispada 07 Juni 2009 jam 17:32
seorang teman jejaring sosial dari klaten menghubungi saya melalui pesan, saya menghargai apresiasi dan kepeduliannya terhadap lingkungan hidup dan sungai kuantan, berikut pesan tersebut.

Ratri Astutiningtyas
05 Juni jam 8:43
Aku baca di Kuantan Cares tentang hubungan antara batang kuantan dan penduduk setempat, itu mengingatkanku pada tulisan yang memuat tentang "gerakan menanam hutan untuk menumbuhkan samudra" di Jepang. Proyek yang dimulai para nelayan yang menemukan bahwa hilangnya ikan-ikan di lautan mungkin saja berhubungan dengan penebangan hutan di daerah pegunungan yang dilakukan bertahun-tahun yang lalu. Proyek yang bertujuan untuk mengembalikan jumlah populasi ikan di laut dengan menanam pohon di hutan daerah pegunungan ini tampaknya tidak ada hubungannya tapi hukum alam jelas menekankan bahwa segala sesuatu di muka bumi ini saling berhubungan. Interconnectivity bukan sekedar teori. Konsep holistik untuk pembangunan juga bukan idealisme kosong tapi mutlak dan perlu.
Sayang sekali, aku menemukan "Anda" baru beberapa minggu yang lalu. Andai setahun yang lalu mungkin aku bisa membuat tulisan yang bagus tentang penyelamatan hutan. Waktu itu, aku menulis tentang sawit, judulnya "Fenomena Sawit, KEberlanjutan Ekologi, dan Realitas PEngelolaan Hutan di Indonesia" untuk lomba menulis tentang hutan yang diadakan KabarIndonesia.com. Aku sudah menggunakan referensi dari Michael Dove tentang pentingnya kearifan lokal dalam pengelolaan hutan, tapi tulisan itu sepertinya memang terlalu lemah. Pokoknya lemah. Tapi, aku lebih heran lagi yang jadi pilihan dewan juri justru sesuatu yang menurutku "agak gimana gitu". Pilihan dewan juri lebih pada penyelamatan hutan dengan e-card untuk promosi ekologi, terus ada yang mirip idenya tim butterfly yang menang di Paris tahun lalu itu loh (gak tahu mungkin pesertanya itu anggota tim butterfly kali yee???).

Data-data yang Anda cantumkan tentang debit air, kualitas air akibat menurunnya kondisi lingkungan itu keren sekali lho (bagus maksudnya). Menurutku itu sesuatu yang cukup referensial untuk membuat konsep baru tentang penyelamatan hutan yang terus terang aja sebelumnya aku belum pernah baca dari referensi-referensi tentang penyelamatan lingkungan di Indonesia (Ngomong2, aku juga baru baca setelah akhir-akhir ini lagi hobi banget baca soal kesehatan holistik untuk mengimbangi reduksionisme yang diterapkan di dunia kesehatan). Referensi tentang lingkungan di Indonesia, semuanya rata-rata berkisar tentang keberlanjutan ekologi, kearifan lokal yang semuanya tergantung pada apa yang ada di masyarakat padahal masyarakat sendiri sudah banyak berubah.Ada juga sih buku tentang lingkungan yang cukup bagus karya Phillipe Vaquette tapi itu lebih fokus pada pentingnya pendidikan ekologi pada anak sejak dini meski konsep holistik (yang tentang keseimbangan bumi) juga disebutkan.

Dulu, kupikir konsep holistik dalam pengelolaan lingkungan itu hanya idealisme para ahli tapi tulisan yang Anda kemukakan itu "punya masa depan" (aku tidak tahu cara mengatakannya, bahasaku mungkin terlalu berlebihan).Sungguh kerja keras Anda tidak sia-sia.

Oh, ya. Kalau aku ingin membuat tulisan tentang lingkungan hidup, aku boleh menggunakan referensi di Kuantan Cares?(Aku tidak akan lupa mencantumkan sumbernya kok). Atau bolehkah menghubungi Anda? Anda sebenarnya bekerja sebagai apa? Aktivis lingkungan???

Maaf mengganggu waktunya. Tapi, terima kasih sebelumnya. Senang bisa mengenal Anda.


Salam,

Ratri Astutiningtyas



Topik: Bantuan data dan dokumentasi

Menampilkan satu-satunya kiriman.
Kiriman 1
Anda menulispada 28 Februari 2009 jam 12:52
Salam hormat

Pertama2 kami mengucapkan terima kasih yg sebesar2nya atas partisipasi dan kepedulian rekan2 sekalian untuk melindungi kelestarian batang kuantan dan bersedia bergabung didalam kelompok ini untuk mwujudkan kepedulian tersebut. kami yakin untuk mewujudkan gerakan ini menuju sebuah gerakan madani yang dapat memberikan efek secara nyata terhadap kelestarian batang kuantan akan membutuhkan waktu yang lama dan menuntut kerja keras dari kita semua, namun kami sangat yakin bahwa suatu saat nanti hal itu akan tercapai.
saat ini kami sedang concern untuk melakukan inventarisir data dan dokumentasi mengenai batang kuantan yang nantinya dokumentasi dan data tersebut dapat diakses oleh publik secara bebas. untuk itu kami memohon kesediaan rekan2 sekalian untuk menyumbangkan dokumentasi2 yg dimilki baik secara pribadi ataupun organisasi dan badan lainnya kepada kami dilengkapi dengan keteranga waktu, tempat dan situasi,jika masih tercatat. setiap bentuk publikasinya akan menyertakan nama pemilik dokumentasi tersebut. selain dokumentasi kami juga memohon kesediaan rekan2 untuk menyumbangkan data2 dan fakta di lapangan yang rekan2 miliki secara pribadi atau organisasi atau badan lainnya, dengan catatan data tersebut jelas sumbernya dan dapat dipertanggungjawabkan isinya. data dan fakta bisa menyangkut sejarah, budaya, penelitian lingkungan hidup, pencemaran dan polusi atau hal2 yg lainnya.
pengiriman data dan dokumentasi dapat dilakukan melalui email ke : wahyudiputra@gmail.com

untuk rekan2 yg berada di taluk kuantan dan pekanbaru bisa mengontak kami di 081276658585 untuk menjemput langsung data tersebut ketempat rekan2 sekalian.



demikianlah pemberitahuan dan permohonan ini kami sampaikan kepada rekan2 sekalian. semoga kita semua tetap peduli dan tetap berusaha untuk melindungi kelestarian batang kuantan.


setiap data dan dokumentasi yg disumbangkan akan membantu usaha menjaga kelestarian batang kuantan.


Kuantan Cares
Admin


Wahyu Diputra

Juni 20, 2009

Catatan untuk gigs : “ We are not rock star vol 2 “






Catatan untuk gigs : “ We are not rock star vol 2 “


Saat melihat semangat yang menggebu2 dari teman-teman untuk menggelar event WE Are Not Rockstar vol2, terutama bro “oka.s” dan “Piska”, saya merasa miris. Bagi saya mustahil menggelar sebuah event dengan persiapan yg singkat, waktu yang mepet dan dukungan pendanaan yang seret. Rasa miris ini semakin kental ketika melihat satu-satu nya bekal yang mereka miliki hanya semangat, semangat buta yang menggebu2.

Setelah 2 minggu berlalu dari waktu pencetusan ide sampailah mereka ke hari pelaksanaan. Satu set alat band dan sound system sewaan plus tambahan sound system pinjaman dari abang yang tinggal di belakang distro randi tegak gagah di teras distro, Keputusan PLN memberlakukan giliran mati lampu di teluk kuantan semenjak jam 6 sore tadi membuat lighting seadanya yang berkedap kedip menjadi semakin centil dan glamour. Tiba2 ponsel salah seorang teman berdering, sebuah konfirmasi dari teman2 undangan dari pekanbaru, mereka tidak bisa datang karena istri dan anak salah satu personil mereka tidak bisa ikut dan yang personel yang lainnya sedang ada jadwal praktek ( band indie yg satu ini sebagian personelnya berprofesi sebagai dokter ).

Tepat setelah usai sholat isya acara di gelar, dibuka dengan pemutaran musik elektrik karya bodialis, sebuah remake lagu “mengayam” yang di kemas dengan hentakan musik house yang di tingkahi suara centil pembawa acara yang memang centil. Kemudian semuanya mengalir satu-satu , teriakan marah yang ceria dibungkus musik punk, post punk, rock n roll, ghotic, pop, shoegase, dan lain-lain membaur menjadi satu. Semakin memanas ketika mereka mulai membeberkan isi kepala mereka yang sesak karena melihat penindasan-penindasan, mendengar kamuflase-kamuflase politik yang membodohi rakyat. semangat berontak mereka yang liar makin terasa ketika sebuah nomor dari Efek Rumah Kaca : MOSI TIDAK PERCAYA di mainkan yang diikuti koor hampir oleh seluruh penontonnya dan diakhiri dengan sepotong kalimat singkat yang serentak..,,HIDUP GOLPUT.

Tepat jam 24.00 wib, acara selesai. Semua peralatan dikemas. Saya masih tidak percaya bahwa gigs ini telah berhasil mereka gelar. Sampai sekarang saya masih belum bisa menghapus keyakinan saya bahwa tanpa persiapan matang, pendanaan yang memadai dan waktu yang cukup sebuah gigs tidak bisa dilaksanakan. Baru kemudian setelah beberapa menit sebelum tidur saya tersadar. bahwa mereka adalah mahluk2 yang berbeda dengan manusia lainnya. Bagi mereka semangat saja sudah cukup, masalah yang timbul karena waktu persiapan yang mepet dan pendanaan yang cekak tanpa sponsor dan uang pendaftaran menjadi hilang ketika mereka bekerja sama dan berdiri diatas prinsip usaha sendiri. Sebuah kemandirian murni tapa jargon dan kamuflase. Mereka pantas untuk menulis kalimat “ Acara ini terselenggara karena kami ingin menyelenggarakannya ” di bawah Flyer acara mereka bukan sepotong kalimat klise “ acara ini terselenggara karena didukung oleh : sponsor ini, sponsor itu, dll” yang biasa kita baca di setiap flyer acara-acara musik lainnya.

Setelah mulai perlahan menutup mata untuk tidur saya mulai paham arti teriakan-teriakan mereka yang biasa saya dengar, mungkin inilah yang mereka maksudkan dengan “ KAMI MUDA, KAMI BERBAHAYA , KALIAN TIDAK “.

Salut buat teman-teman pelaksana gigs, “WE ARE NOT ROCK STAR “ vol2
Salut buat seluruh teman-teman di komunitas “BRANDAL KAMPUNG” :

- MAKI –MAKI band
- Call Me Paranoid
- Jumper kids
- Heller and Proles
- Manuver Aminah binti Kosim
- Shortcut Wardrobe

- Band-band serta groupies dan simpatisan lainnya yg tidak tertuliskan namanya di sini.

Mei 20, 2009

Batang Kuantan makin terancam



Bahaya semakin mengancam keberadaan batang kuantan


Semakin hari semakin besar dan banyak ancaman yang mengintai batang kuantan, bukan hanya perusahaan-perusahaan raksasa yang menjadi penyebab ancaman tersebut tetapi masyarakat tempatan dan para borjuis-borjuis kecil di sekitar wilayah juga ikut memberi sumbangan yang cukup besar atas ancaman tersebut.


Beberapa kasus yang saat ini menjadi perhatian penulis adalah penambangan liar. Penambangan emas liar sampai saat ini masih marak dilakukan oleh masyarakat tempatan dan beberapa pemilik modal dari provinsi tetangga. Saat ini aktifitas penambangan emas terbesar di lakukan hulu batang kuantan. Kemudian beberapa aktifitas penambangan emas dalam skala yang lebih kecil juga dilakukan di sepanjang anak sungai yang mengalir ke batang kuantan, salah satunya mudiak sungai yang selama ini dikenal sebagai daerah alami yang berair jernih, penambangan di lokasi ini mengalami peningkatan setiap waktu, cara yang digunakan juga sudah beralih dari cara tradisional ke cara yang semi modern dan menggunakan merkuri langsung di dalam sungai.

Selain penambangan emas, penambangan bahan galian golongan c juga dapat ditemukan hampir di seluruh kecamatan yang berada di sepanjang aliran batang kuantan. Aktifitas penambangan bahan galian golongan c dapat di pastikan dilakukan oleh masyarakat tempatan tanpa melalui pengkajian AMDAL terlebih dahulu.

Semakin hari batang kuantan semakin terancam kelestariannya.
Semakin hari budaya kuantan semakin ternacam keberadaannya.



Batang Kuantan makin terancam



Bahaya semakin mengancam keberadaan batang kuantan


Semakin hari semakin besar dan banyak ancaman yang mengintai batang kuantan, bukan hanya perusahaan-perusahaan raksasa yang menjadi penyebab ancaman tersebut tetapi masyarakat tempatan dan para borjuis-borjuis kecil di sekitar wilayah juga ikut memberi sumbangan yang cukup besar atas ancaman tersebut.


Beberapa kasus yang saat ini menjadi perhatian penulis adalah penambangan liar. Penambangan emas liar sampai saat ini masih marak dilakukan oleh masyarakat tempatan dan beberapa pemilik modal dari provinsi tetangga. Saat ini aktifitas penambangan emas terbesar di lakukan hulu batang kuantan. Kemudian beberapa aktifitas penambangan emas dalam skala yang lebih kecil juga dilakukan di sepanjang anak sungai yang mengalir ke batang kuantan, salah satunya mudiak sungai yang selama ini dikenal sebagai daerah alami yang berair jernih, penambangan di lokasi ini mengalami peningkatan setiap waktu, cara yang digunakan juga sudah beralih dari cara tradisional ke cara yang semi modern dan menggunakan merkuri langsung di dalam sungai.

Selain penambangan emas, penambangan bahan galian golongan c juga dapat ditemukan hampir di seluruh kecamatan yang berada di sepanjang aliran batang kuantan. Aktifitas penambangan bahan galian golongan c dapat di pastikan dilakukan oleh masyarakat tempatan tanpa melalui pengkajian AMDAL terlebih dahulu.

Semakin hari batang kuantan semakin terancam kelestariannya.
Semakin hari budaya kuantan semakin ternacam keberadaannya.



Mei 03, 2009

Standarisasi jam mesjid






Penunjuk waktu (jam) adalah sebuah hal yang penting dalam kehidupan sehari-hari, karena ada begitu banyak aktifitas yang terkait dan bergantung pada penunjuk waktu ini. salah satunya adalah shalat.

Bagi umat islam shalat adalah sebuah perkara yang maha penting. Untuk melaksanakan perkara yang maha penting ini seluruh umat islam tergantung pada waktu, karena perkara shalat ini memiliki sebuah aturan yang baku mengenai waktu-waktu pelaksanaannya.

Dalam melaksanakan perkara shalat ini mesjid adalah sebuah tempat yg utama untuk melaksanakannya dan menjadi lebih utama lagi jika dilakukan secara berjamaah, jadi tak heran jika dinegeri yang mayoritas penduduknya beragama islam ini ada begitu banyak bangunan mesjid dan mushalla .

pada saat waktu-waktu shalat masuk atau datang maka dari seluruh mesjid dan mushalla tersebut akan terdengar adzan di kumandangkan sebagai penyeru, pengingat dan tanda bagi masuknya waktu shalat, tetapi ada sebuah hal yang sedikit menarik perhatian saya mengenai kumandang adzan ini, yaitu terjadinya perbedaan saat adzan mulai dikumandangkan dari beberapa mesjid di satu wilayah. Memang perbedaan ini tidak terlalu jauh, hanya beberapa detik atau menit saja tapi hal ini cukup menggelitik rasa ingin tahu saya. Setelah mengamati pada beberapa mesjid di satu daerah yang memiliki waktu shalat yang sama dapat saya simpulkan bahwa penyebab utama perbedaan itu adalah adanya perbedaan penunjuk waktu (jam) yang digunakan oleh masing-masing mesjid / mushalla ( pada beberapa kasus perbedaan disebabkan oleh keterlambatan muadzin ). Berangkat dari kesimpulan pengamatan itu terpikir oleh saya sebuah ide. yaitu "diadakannya standarisasi waktu pada setiap mesjid dan mushala". mungkin standarisasi ini bisa dilakukan oleh MUI tempatan, Depag atau Pemda setempat, sehingga setiap mesjid dan mushalla di suatu daerah memiliki kesamaan dalam waktu.


thanks to dedy cutex atas inspirasi dalam penulisan posting ini.

Februari 23, 2009

Potret keajaiban ponari saat devi bernasib malang dan terjadi pengrusakan di lombok



Saat menonton program acara berita di televisi malam ini, tiba-tiba saja sebuah potret terbentang begitu nyata dihadapan mata saya. Di dalan potret itu keajaiban menjadi model utamanya dengan latar sebongkah batu dan seorang anak kecil yang pernah disambar petir serta beribu-ribu manusia yang menyemut dalam antrian menunggu datangnya kesembuhan.

Didalam potret itu keajaiban menjadi model utama karena jalan keluar rasional dirasakan sangat berliku dan butuh biaya yang besar. Keajaiban itu pun semakin menguatkan citranya sebab kesabaran dan tawakal, pendidikan dan ilmu pengetahuan serta kemantapan iman dan aqidah telah menjadi barang langka yang sulit untuk ditemukan ditengah-tengah kelompok masyarakat terbesar negeri kita.

Lalu terpikir oleh saya untuk bercerita kepada orang lain setelah melihat potret itu.
Tapi saya harus bercerita tentang apa?
Bagaimana kalau saya bercerita tentang pendidikan saja ?
Pendidikan yang telah saya perjuangkan dengan cara menaikkan anggarannya menjadi 20% dari total anggaran keseluruhan. Jadi pendidikan mudah didapat dan dijangkau di seluruh wilayah Indonesia sehingga pengetahuan tidak lagi menjadi barang yang langka. Tapi apa ada yang percaya jika cerita pendidikan saya ini tidak tercermin pada potret itu. Saya rasa tidak ada pengetahuan di dalam antrian panjang pemburu kesembuhan itu.
Atau saya bercerita tentang Aqidah saja ?
Bahwa Aqidah telah saya tanamkan dengan kuat di sanubari umat. Dan untuk membela Aqidah itu umat sanggup dan rela berbuat apa saja, apalagi kalau hanya untuk sekedar menghancurkan kompleks perumahan salafiah di lombok sana, pasti umat akan bersegera karena Aqidahnya. Tapi apa ada yang mau mendengarkan cerita Aqidah ini, sementara aqidah yang kuat tidak tercermin pada potret antrian panjang pemburu kesembuhan itu.
Jangan.
Jangan pendidikan dan Aqidah
Bagaimana kalau bercerita tentang pelayanan kesehatan saja?
Bahwa pelayanan kesehatan telah saya sempurnakan hingga setiap rakyat miskin di jamin akan dilayani di setiap puskesmas dan rumah sakit di wilayah Indonesia. Tapi harus punya identitas. Sebab kalau tidak terpaksalah bernasib malang seperti Devi. Setelah dibius, dirampok dan diperkosa, dirawat empat hari di sebuah pos ronda. Kemudian baru dibawa ke rumah sakit menjelang hembusan nafas terakhirnya. Tapi antrian panjang itu kan bukan korban perampokan, mereka pasti punya identitas jadi pasti akan dilayani.

Jadi cerita yang mana yang akan saya ceritakan setelah melihat potret keajaiban itu?
Cerita pendidikan, aqidah atau pelayanan kesehatan?
Tapi ada baiknya saya diamkan saja.
Karena ada begitu banyak pekerjaan yang harus saya lakukan menjelang bulan maret ini . Ada banyak kalender, bendera, kaos dan kartu nama yang harus saya cetak. Belum lagi harus menyediakan waktu untuk ke salon dan studio photo agar wajah saya terlihat gagah saat terpajang di baliho-baliho pinggir jalan. Ditambah lagi mempersiapkan konsep pidato dan program-program yang akan saya sampaikan didepan para pendukung nantinya. Betul-betul banyak pekerjaan yang harus saya lakukan.

Karena begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan di waktu yang sempit ini, jadi saya putuskan untuk mendiamkan saja potret itu. Lebih baik saya manfaatkan saja waktu saya ini untuk beristirahat sambil menonton sinetron-sinetron tentang kubur meledug dan mayat penuh belatung yang diputar stasiun televisi kesayangan saya. Jadi besok pagi saat terbangun saya merasa lebih segar, lebih pintar dan lebih beraqidah saat harus memulai pekerjaan yang menumpuk menjelang bulan Maret ini.

Februari 18, 2009

Efek Rumah Kaca





"sebuah band yang luar biasa ketika band-band lain menjadi seragam dan biasa-biasa saja(wayuk)"

Efek Rumah Kaca, sudah tau belum ?
Efek Rumah Kaca merupakan sebuah proses di mana atmosfer memanaskan sebuah planet (bumi ), betul kalau kamu menjawabnya seperti itu tapi kali ini efek rumah kaca yang saya maksud adalah sebuah Band indie.
Akhir-akhir ini saya sedang tergila-gila dengan mereka, beberapa teman saya menyebut mereka sebagai Iwan Fals masa kini. Hal ini bisa saya terima karena lirik-lirik mereka memang memiliki kesamaan dalam tema yang disampaikan meskipun terlalu bodoh rasanya jika kita menyebut aliran musik yang mereka mainkan sama.

Ternyata setelah sekian lama, kembali saya temukan satu band yang berhasil memikat saya dengan kecerdasan liriknya. Coba saja simak lrik-lirik mereka ini ,

Di Udara
Aku sering diancam
Juga teror mencekam
Kerap ku disingkirkan
Sampai dimana kapan?

Ku bisa tenggelam di lautan
Aku bisa diracun di udara
Aku bisa terbunuh di trotoar jalan

Tapi aku tak pernah mati
Tak akan berhenti..


Aku bisa dibuat menderita
Aku bisa dibuat tak bernyawa
Dikursilistrikkan ataupun ditikam


Belanja Terus Sampai Mati
akhir dari sebuah perjalanan
mendarat di sudut pertokoan
buang kepenatan

awal dari sebuah kepuasan
kadang menghadirkan kebanggaan
raih keangkuhan


tapi tapi itu hanya kiasan
juga juga suatu pembenaran

atas bujukan setan,
hasrat yang dijebak jaman
kita belanja terus sampai mati


Cinta Melulu
Nada nada yang minor
Lagu perselingkuhan
Atas nama pasar semuanya begitu klise

Elegi patah hati
Ode pengusir rindu
Atas nama pasar semuanya begitu banal

Wo hooo...! lagu cinta melulu

Kita memang benar-benar melayu
Suka mendayu-ndayu

Lagu cinta melulu
Kita memang benar-benar melayu
Suka mendayu-dayu
Lagu cinta melulu


Lagu cinta melulu
Apa memang karena kuping melayu
Suka yang sendu-sendu
Lagu cinta melulu

Kenakalan Remaja di Era Informatika
Senang mengabadikan tubuh yang tak berhalang
Padahal hanya iseng belaka

Ketika birahi yang juara, etika menguap entah kemana

Oh, nafsu menderu-deru, bikin malu…
Oh, nafsu menderu-deru, susah maju…

Rekam dan memaerkan badan yang lainnya
Mungkin hanya untuk kenangan

Apakah kita tersesat arah?
Mengapa kita tak bias dewasa?


Mereka menulis sebuah lirik pendek yang cerdas dengan judul diudara, untuk menunjukkan reaksi dan kepedulian mereka atas tragedi yang menimpa Munir, tokoh HAM Indonesia. Saat mencermati sebuah gejala konsumerisme yang melanda masyarakat Indonesia mereka lahirkan sebuah lirik lugas dengan judul Belanja terus sampai mati. Bahkan untuk keadaan dunia musik Indonesia yang melulu mengikuti selera pasar dengan tema-tema percintaan mereka membuat sebuah lirik yang cukup menjentik dengan judul lagu cinta melulu dan di album terbaru mereka yang di beri tittle kamar gelap, lirik Kenakalan Remaja di Era Informatika yang mereka buat berhasil merekam sebuah sisi negatif perkembangan teknologi informatika jika dipadukan dengan kelemahan mental remaja dan unsur pornografi.

bagi saya..
sungguh...
ya,... sungguh luar biasa.

Mengenai profil mereka saya telah copy paste kan beberapa keterangan tentang mereka dari wikipedia ke halaman ini, supaya lebih gampang dibaca dan tidak perlu mencari-cari lagi. silahkan dibaca....

Efek Rumah Kaca adalah grup musik indie yang berasal dari Jakarta. Terdiri dari Cholil Mahmud (vokal, gitar), Adrian Yunan Faisal (vokal latar, bass), Akbar Bagus Sudibyo (drum, vokal latar). Grup musik ini dibentuk pada tahun 2001. Setelah mengalami beberapa kali perubahan personil, akhirnya mereka memantapkan diri mereka dengan formasi band tiga orang. Sebelumnya, band ini bernama Hush. Nama ini kemudian diganti menjadi Superego, lalu berubah lagi pada tahun 2005 menjadi Efek Rumah Kaca- diambil dari salah satu judul lagu mereka.
Banyak yang menyebutkan bahwa warna musik Efek Rumah Kaca tergolong dalam post-rock, bahkan adapula yang menyebutkan shoegaze sebagai warna musik mereka. Tetapi, Efek Rumah Kaca dengan mantap menyebutkan bahwa warna musik mereka adalah pop, karena mereka merasa tidak mengunakan banyak distorsi dalam lagu-lagu mereka seperti selayaknya musik rock.
Mulai Januari 2009, mereka dipercaya untuk mengisi rubrik khusus seputar pemilu di surat kabar Kompas setiap hari Sabtu.


Penghargaan

Nominator AMI Award 2008
Rookie of the Year 2008, Rolling Stone Indonesia
Peraih MTV Music Award 2008, kategori The Best Cutting Edge

Album
Efek Rumah Kaca - 2005
Kamar Gelap - 2008


Kompilasi

Album Kompilasi Science In Music - 2008


Untuk lebih akrab dengan mereka, kunjungi saja mereka di sini

Februari 12, 2009

Diskusi Seni di Taman Pacu Jalur




gambar asli hasil bajakan (copy paste)


Sabtu malam 07 Februri 2009, ketemu bang Tofik ( anggota Dewan Kesenian Riau ) di Bandar Seni Raja Ali Haji, Pekanbaru. Pertama2 pesan capucino hangat lalu basa basi sejenak. Tanpa terasa mengalirlah obrolan2 ringan seputar seni, pergerakan dan politik. Bang Tofik secara pribadi bersedia untuk menghadiri sebuah diskusi yang ku gagas bagi Komunitas Band Kuantansingingi. Kami sepakat diskusi akan dilakukan di taman Pacu Jalur Teluk Kuantan pada Senin malam tanggal 09 Februari 2009.

Senin pagi 09 Februari 2009, aku melakukan kontak melalui telepon seluler dengan Dedi “cute” dari Maki-maki Band , lalu Rido dari Black Cabinet Band ( Black Cabinet adalah band project sementara untuk mengisi kevakuman Konjhi Band karena sebagian anggotanya sedang beraktifitas di Jakarta ). Mereka menyanggupi untuk hadir dan akan mengontak kawan2 lainnya dari berbagai band yg ada di kuansing.

Senin siang meluncur dari Pekanbaru ke Teluk Kuantan, diperjalanan ada sms dari Idu/Prima ketua KBC, isinya begini ,“ Bang, rencananya ahad malam ada kopdar KBC di Pekanbaru, ada usulan ?”. selesai membaca SMS aku melakukan kontak dengannya, “ok ok.”” Kapan?” “ dimana?” “Ferie gimana, bisa datang?”. ” Ooh.., yalah. Kabari perkembangannya ya.”

Senin sore sampai di Teluk Kuantan lalu mampir ke Benai karena ada sedikit urusan yang harus diselesaikan.

Senin malam, dari Benai meluncur ke Taman Pacu Jalur. Setelah menunggu 2 menit di taman Pacu Jalur akhirnya teman - teman komunitas band kuansing yg sudah standby di Distro VIAPUNK ( punya Randy Drummer maki-maki Band) semenjak jam 07.15 wib sampai di taman pacu jalur. Lumayan ramai, ada Rido’ Pay ((penyiar Narosa/Nikita FM ), Dori dan beberapa teman lainnya ( Cincin Band ), mereka mewakili band yg mengikuti aliran mainstream. Ada juga Rido, Robi, Ni-e (Black Cabinet), Dedi “cute”, Viska, Randy, Oka ( Maki-maki Band ) dua band ini mewakili Band dengan aliran musik yg segmented dan Cenderung menyampaikan isu-isu global ada Juga Ery dari Band “Brandal Kampoeng” dan Beni Babe serta beberapa temannya dari Komunitas Skater Kuansing. Sepertinya kehadiran teman-teman ini sudah cukup representative untuk mewakili seluruh band-band dan komunitas anak muda yang ada di kuansing.

Diskusi mengalir dengan suasana akrab, sambil lesehan di bawah tugu dayung kami membahas tentang eksistensi DKR kuansing yang mungkin sampai saat ini masih terasa kurang, menurut Bang Tofik, mungkin karena saat ini DKR kuansing masih melakukan inventarisir kesenian- kesenian di kuansing, atau juga mungkin dikarenakan keterbatasan anggaran. Kemudian teman-teman juga menyampaikan tentang bagaimana kayat menjadi tidak begitu menarik lagi bagi generasi muda karena dari jaman nenek moyang sampai sekarang tidak terdapat perbaikan sedikit pun, baik dari segi musik maupun lagunya. Bagi mereka mepertahankan kayat dengan format musik bujang gadi melulu merupakan sebuah boomerang yang suatu saat akan menjadi sebab kayat tersebut tidak lagi bisa eksis dan perlahan-lahan menjadi punah, sementara mereka berpendapat sebuah seni dan kebudayaan seharusnya dinamis dan mengalami perubahan untuk bisa tetap eksis. Saat ini komunitas ini sedang berencana menggarap sebuah project “ kayat digital “, dimana mereka akan memainkan kayat dengan musik yang dihasilkan beberapa efek elektronik dan turntable.

Setelah puas membahas ide-ide perubahan kesenian tradisional untuk membuat kesenian tersebut tetap eksis ( tentu saja dengan tidak merusak beberapa identitas aslinya ) diskusi mulai mengarah ke masalah tata cara mengelola pergerakan organisasi atau komunitas. Komunitas Band di kuansing ini merupakan sebuah komunitas yang memberikan support terhadap isu-isu global, urban art dan lingkungan hidup. Mereka juga sering menggunakan panggung dan beberapa event untuk menyampaikan pesan-pesan dan isu-isu tersebut. Sebagai sebuah komunitas yang tidak memiliki hierarki terstruktur mereka adalah sekumpulan individu yang mandiri dan memiliki hak dan kewajiban yang sama rata tanpa dibedakan oleh umur, status sosial dan jabatan, hal ini membuat komunitas tersebut harus memiliki sebuah cara tersendiri untuk mengelola sebuah pergerakan. Tentu saja berbeda dengan cara yang dipakai oleh komunitas atau organisasi yang terstruktur dengan jelas, dimana ketua menjadi motor utama bagi pergerakan dan AD/ART menjadi sebuah garis dan haluan bagi pergerakan tersebut.

Pembahasan mengenai tata cara pengelolaan pergerakan menjadi sangat panjang karena ada bermacam-macam pandangan dan usulan mengenai pergerakan tersebut, mekipun pada intinya semua sepakat bahwa setiap pergerakan tetap membutuhkan wadah, media, dan biaya ( selama ini kebanyakan pendanaan ditopang oleh seluruh anggota komunitas dari kantong masing-masing ). Namun sayangnya diskusi tersebut terpaksa ditutup dengan terburu-terburu ( tetap terburu-terburu meski diskusi telah berjalan selana 3 jam ) karena keadaan cuaca malam itu tidak begitu bersahabat. Mendadak hujan menyiram kota Teluk Kuantan. akhirnya diskusi ditutup dengan diiringi guyuran hujan yang lebat. Aku pulang kerumah orang tuaku di Koto Teluk kuantan untuk beristirahat dan besok kembali meluncur ke Pekanbaru.

Semoga setelah ini akan ada kesempatan lagi untuk melakukan diskusi –diskusi serupa dengan peserta yang lebih banyak lagi dari berbagai kalangan yang ada di kuantan singingi.

Februari 03, 2009

Rumah Ami malam ini dan Diskusi tanpa kesimpulan di sekte sesat ku




beberapa gambar mengenai Quark yg diceritakan Jimmy



Diskusi tanpa kesimpulan, begitu kami menyebutnya. Sudah lama sekali kegiatan ini tidak aku lakukan lagi, tidak seperti dulu sewaktu masih aktif kuliah, hampir setiap minggu diskusi terbuka kami adakan di Basecamp Jl. Pattimura No.9 Gobah Pekanbaru.

Diskusi kami itu adalah sebuah diskusi yg benar-benar terbuka, tanpa notulen dan bisa membahas apa saja tanpa harus membuat sebuah kesimpulan apapun di akhir diskusi.

Jika didalam diskusi itu kami tengah sibuk membahas tentang penaklukan yg dilakukan oleh Salahudin Al Ayubi di Yerusalem kemudian bersambung dengan Penaklukan Al Fatih atas konstatinopel maka sah-sah saja jika kemudian tiba-tiba salah satu dari kami menggiring semuanya untuk melompat ke pembahasan-pembahasan teori Karl Marx dan YY Rosseau, kemudian berlanjut lagi tentang ideology Sosialis Religius yg dalam angan-angan kami semua adalah sebuah Ideologi paling tepat untuk digunakan jika saja Gerakan Riau Merdeka betul-betul mencapai hasil maksimalnya dalam bentuk sebuah kemerdekaan murni.

Diskusi kami adalah sebuah diskusi bebas yg liar dan ekstrim karena dalam diskusi kami setiap orang boleh mengangkat topik apa saja, menggunakan pola pikir dan penalaran dengan gaya dan dalil apa saja atau membuat hipotesa-hipotesa dan teori-toeri sesuka hati untuk kemudian dibahas dengan debat setengah mampus yg nyaris atau mungkin malah telah menjadi sebuah debat kusir.

Karena diskusi ini tidak menghasilkan keputusan apapun, banyak orang yg menganggap kegiatan gila kami ini adalah sebuah kegiatan yang sia-sia dan tidak bermanfaat. Tapi kami semua sangat menikmati saat saat diskusi itu. Bahkan kerap kali kegiatan ini kami ulang-ulang setiap kali ada pertemuan antar kami semua mantan-mantan angota sekte sesat SEKRE*) sebuah sekte gila yg ekstrim, bebas tapi kreatif.

Hari ini….
Ketemu salah seorang anggota sekre (Jimmy “Crazy”) di Gramedia taman makam pahlawan pekanbaru, kemudian kami mutar-mutar gobah sebentar, mampir ke Jl. Pattimura no.9 untuk menziarahi bangkai PKM tempat dimana sebagian besar geliat kreatifitas sekre kami tumpah ruahkan, sayang sekali saksi bisu hampir semua pergerakan dan kreatifitas kami ini telah menjadi sebuah bangkai. Setelah puas menziarahi PKM, perjalanan kami arahkan ke Ali Kelana untuk mampir ke rumah Amy (pemilik pekanbarumusic.com) dan….
terjadilah kembali diskusi-diskusi gila itu seperti dulu lagi tapi dengan anggota diskusi dan tempat yg berbeda.

Awalnya amy membahas tentang perbandingan system penanggalan masehi dan hijriah secara bahasa programmer, dimana penanggalan masehi pada masa 4 tahun sekali membutuhkan sebuah perintah dalam bahasa pemrograman untuk melakukan upgrade sebanyak 9 hari ( kalo tidak salah, maklum diskusinya tanpa notulen dan kesimpulan) sedangkan penanggalan hijriah bersifat konstan dan tidak membutuhkan upgrade atau perubahan apapun. Kemudian berpindah-pindah ke teory Big Bang dan saudra-saudaranya yang lain tentang teori kejadian alam semesta yang kemudian di akhiri dengan sepotong kalimat yang membuat semuanya terdiam tanpa sanggahan, kun fayakun.

Lalu diskusi melangkah ke session akhir dengan pembicara tunggal Jimmy “Crazy”. Jimmy begitu semangat berkoar-koar panjang lebar layaknya ahli Fisika molecular yang mendapatkan hadiah Nobel. Kali ini koarnya membahas Quark. Sebuah inti dari inti atom yg memiliki potensi energi yg sangat besar, bahkan mungkin 1000 kali lebih besar dari energi yg dihasilkan pembelahan atom, koarnya berlanjut tentang Broken Simetris sebagai suatu cara untuk melahirkan energi tersebut dari Quark seperti Fusi pada pemanfaatan energi inti atom. Tidak berhenti disana, koarnya jalan terus hingga membabat mengenai meson dan barion setelah sebelumnya sedikit menyinggung soal proton dan neutron. Dikepala ku terlintas sejenak bagaimana jika energi itu benar-benar telah dibuat?? Jika pembelahan inti atom saja bisa membuat satu pulau hancur lebur tentunya Quark ini bisa saja mampu menghancurkan separuh bumi ini. (miris rasanya membayangkan hidup di bumi yg tinggal setengah, seperti membayangkan seekor ulat didalam sepotong jeruk bali yg tinggal separoh setelah dibelah dua).

Akhirnya diskusi kami ditutup tanpa melahirkan satu kesimpulan pun, hanya sepotong kalimat pendek dari mulut ku saja yg menutup diskusi ini, “Jam berapa Jim?”


*)
SEKRE :serikat kreatif

Januari 29, 2009

Sholat subuh dan munafiknya aku





Tanpa sadar, bertahun2 memelihara sikap dan sifat malas di saat waktunya shalat subuh datang.
Selimut, bantal, kasur empuk selalu lebih menyenangkan.
Berapa lama lupa dan gak perduli dengan hadist dibawah ini :
“Sholat terberat bagi orang-orang munafik adalah sholat Isyak dan Subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua sholat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak.” (HR. Ahmad)
Tapi dalam hati, rasanya kok gak rela harus jadi bagian dari munafik2 itu.
Hmmm…..
Saatnya buktikan ke diri sendiri.
Menanamkan sikap , sifat, kebiasaan yang telah lama terabaikan.
Berat memang membiasakannya kembali.
Tapi kan gak masalah jika direncanakan dan dilakukan lagi

………………
………………

Try again…..
ringggggg ( alarm hp )....
Gayung, sabun, sikat gigi, handuk.
Sarung, peci, baju lengan panjang…..
Beraksi…….
 
Copyright 2009 Bikinblogdarikuantan. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan