Topik: PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin)
Kiriman 1
Yandra Mp menulispada 23 Juli 2009 jam 15:21
Assalamualaikum w.w......, Kawan... Jika Anda melewati jalur darat PKU - T. Kuantan, coba anda sempatkan singgah di jembatan Akik Godang (Lipat Kain), Palingkan lah Pandangan anda ke sungai itu.... alangkah sedihnya hati melihat kondisi air sungai seperti "kopi susu"... tahukah anda penyebabnya...?, PETI (Penambangan Emas Tanpa Izin)...di Kab .Kaunsing... (Sungai Singingi yang bermuara ke Sungai Kampar Kiri) itulah Sumber Malapetaka ini..., Beberapa waktu yg lalu Pemkab. Kuansing pernah menertibkan itu, tapi tdk tuntas... malah tambah jadi..., memang lokasinya sudah berpindah yg semula disekitar perkampungan sekarang "Mereka" memilih lokasi di bagian hulu sungai singingi dan sungai Lembu serta di banyak lagi anak sungai-anak sungai yg bermuara ke sungai Singingi. Keuntungan yg diperoleh segelintir orang Tapi Sengsara dan Derita yg didapat oleh orang banyak... termasuk saudara-saudara kita yang tinggal di sekitar DAS Kampar Kiri kab. Kampar dan kab. Pelalawan..., Bisakah Pemkab Kuansing Tegas memberantas PETI ini Seperti halnya Pemkab Kampar....?, ataukah mereka "Mendapat Upeti" dari penderitaan rakyat ini. Jadi melalui FB ini saya berharap kepada kawan2 agar dpt angkat bicara mengenai permasalahan ini shg mendapat perhatian serius dari Pemkab Kuansing utk menuntaskannya..., Bravo..., Salam....
Kiriman 2
Anda menulispada 01 Agustus 2009 jam 13:56
ketika ketidak beresan di kuantan singingi mulai memberi efek yg buruk terhadap daerah lain, kami menjadi sangat malu atas kinerja para pemimpin di negeri kami, baik pemda maupun kepolisiannya.
semoga kita semua dapat lebih merapatkan barisan menentang segala bentuk aktifitas yg merusak sungai dan anak2 sungai yang ada di sekitarnya.
Kiriman 3
Mardiansyah Putra menulispada 13 September 2009 jam 19:14
kalau duitnya beres yaaaa berarti pekerjaan juga beres dilakukan semaunya.kerusakan linkungan jadi nomor sekian, mana ada pejabat kita yang peduli selama setoran masih lancar,tolonglah kami pak karena bapak lah yang berwenang dalam hal ini,mari kita selamatkan negeri kita bersama2.salam
Topik: penambangan emas
Kiriman 1
Afri Theking menulispada 06 April 2009 jam 9:51
Saya di beritahu oleh teman saya ttg adanya penambangan emas di sungai teluk kuantan yang memakai air keras,dampaknya sangat bahaya karena bisa merusak mutu keturunan kita apabila kita memakai atau mengkonsumsi ikan bahkan air di sekitar air kuantan!
Kiriman 2
Neyna WiLda menulispada 27 April 2009 jam 18:50
hmmm....
orang kuantan harus hati2 neh....
Kiriman 3
Mardiansyah Putra menulispada 13 September 2009 jam 19:06
tangkap aja langsung orang yang terbukti menggunakan zat tersebut,udah merusak linkungan eh,, di tambah lagi merusak kehidupan warga ssungai kuantan
Topik : Penggalian situ
Kiriman 1
Anda menulispada 16 Maret 2009 jam 1:30
bagaimana tanggapan anda tentang maraknya penambangan pasir dan batu di sungai kuantan dengan menggunakan mesin?
silahkan posting tanggapan anda di kolom diskusi ini....
Kiriman 2
Anda menulispada 16 Maret 2009 jam 12:42
jawaban yg saya terima melalui pesan
bajora lubis :
klau pnmbangan pasir dan batu dgn mnggunakan mesin berdampak negatif pd klestarian lingkunagn alam n sekitarnya,,knpa tdk d hentikan...
Dedi rust :
pendapat saya,perlu dilakukan sosialisasi bidang pertambangan,ada aturan hukumnya bidang pertambangan,baik galian c,maupun bwh tanah,lebih baik lg kalau ada payung hukum berbentuk perda
Rika rivana :
Menurut saya, perlu adanya penertiban terhadap penambangan pasir menggunakan mesin sedot dengan di keluarkannya UU perizinan ato peraturan pemerintah melalui kajiannya terhadap dampak lingkungan yg di timbulkan akibat kegiatan tersebut.
ada lagi ? sebelum kita coba mengambil sebuah kesimpulan?
Kiriman 3
Anda menulispada 17 Maret 2009 jam 13:39
tambahan jawaban lewat pesan :
Misbah ibrahim :
Penambangan dengan cara apapun, baik pasir, emas atau apa pun namanya, sangat berisiko dan dapat merusak ekologis daerah tersebut.
sebenarnya penggunaan alat yg canggih dalam melakukan penambangan akan sangat merugikan, walaupun hasil nya lebih cepat dan efektif, akan tetapi tidak dapat memperhitungkan dampaknya terhadap lingkungan tersebut, berbeda dengan cara manual yg masih memikirkan dampak perbuatannya.
karenanya, pengelolan atas dasar batasan keperluan dan kebutuhan akan lebih baik daripada pengambilan tanpa ada reklamasi di daerah tersebut.
Jon norlian
Yang pasti baik secara lansung atau tidak lansung sangat merugikan bagi masyarakat dari keuntungannya.. Antara lain pencemaran air sungai akibat aktifitas penambangan tesebut yang mengakibatkan menurunnya populasi ikan sungai,. Air sungai kuantan saat ini tidak lagi jernih, dulu semasa kecil, air kuantan masih jernih saya suka menyelam di kuantan dan masih bisa liat dasar sungai dan ikan dengan jelas tanpa kaca mata selam. Harapan kita pada pemda, agar lebih tegas terhadap penambangan pasir yang masih berlansung saat ini. Pengalaman saya di sungai kuantan, waktu saya buang hajat di wc terapung, pas lagi cebok terasa licin airnya, gak tau nya airnya sudah tercemar tumpahan minyak dan oli bekas dari mesin sedot pasir di hulu sungai kuantan.. SEBEL. Itulah salah satu kerugian bagi saya secara lansung akibat penambangan pasir tesebut.
ada lagi ? sebelum kita coba mengambil sebuah kesimpulan?
Kiriman 4
Anda menulispada 17 Maret 2009 jam 13:47
Rde Angga Rade menulis
jam 15:20
Mgkin ya sgala ssuatu nya it ad efk psitif dan negatif nya,,
Tgal bagaimana mengoptimal kan efk psitif nya dan mnekan efk negatif nya seminim mgkin. .
Mgkn ad b'ik nya diadakan smacam pelatihan gto x y bg,yg mmbhas ttg pmberdayaan SDA scra umum,dan khsusnya sungai kuantan,dan dtangkan tutor yg brkompeten di bdang nya. .
Byar ksadaran dan keterampilan msyarakat skitar DAS smkin b'ik. .
Kiriman 5
Yesi Sri Rezeki menulispada 17 Maret 2009 jam 19:46
Sir-tu= $$$$$$$
....................
Sudah ada AMDAL kan?
Kiriman 6
Mardiansyah Putra menulispada 05 September 2009 jam 21:05
semua element harus punya andil penyelamatan,harus di kaji betul dampak positif dan negatifnya,klo bisa ditekan seminimal mungkin efek negatifnya,kasian masyarakat banyak yang ada di pinggiran sungai kuantan mereka menggantungkan hidup dari sana,jangan sampai raknyat kecil di zalimi oleh orang kaya penambang pasir karena tak ada nya kontrol dari aparat terkait dan masyarakat.
Topik: Penambangan di batang Kuantan
Kiriman 1
1 balasan
Anda menulispada 22 Mei 2009 jam 23:06
Bahaya semakin mengancam keberadaan batang kuantan
Semakin hari semakin besar dan banyak ancaman yang mengintai batang kuantan, bukan hanya perusahaan-perusahaan raksasa yang menjadi penyebab ancaman tersebut tetapi masyarakat tempatan dan para borjuis-borjuis kecil di sekitar wilayah juga ikut memberi sumbangan yang cukup besar atas ancaman tersebut.
Beberapa kasus yang saat ini menjadi perhatian penulis adalah penambangan liar. Penambangan emas liar sampai saat ini masih marak dilakukan oleh masyarakat tempatan dan beberapa pemilik modal dari provinsi tetangga. Saat ini aktifitas penambangan emas terbesar di lakukan di daerah hulu batang kuantan. Kemudian beberapa aktifitas penambangan emas dalam skala yang lebih kecil juga dilakukan di sepanjang anak sungai yang mengalir ke batang kuantan, salah satunya mudiak sungai yang selama ini dikenal sebagai daerah alami yang berair jernih, penambangan di lokasi ini mengalami peningkatan setiap waktu, cara yang digunakan juga sudah beralih dari cara tradisional ke cara yang semi modern dan menggunakan merkuri langsung di dalam sungai.
Selain penambangan emas, penambangan bahan galian golongan c juga dapat ditemukan hampir di seluruh kecamatan yang berada di sepanjang aliran batang kuantan. Aktifitas penambangan bahan galian golongan c dapat di pastikan dilakukan oleh masyarakat tempatan tanpa melalui pengkajian AMDAL terlebih dahulu.
Semakin hari batang kuantan semakin terancam kelestariannya.
Semakin hari budaya kuantan semakin terancam keberadaannya.
harus segera dilakukan penekanan kepada seluruh pihak terkait yg berwenang agar masalah ini ditangani dengan serius..
Kiriman 2
Handalan Saifullah membalas kiriman Andapada 23 Mei 2009 jam 1:42
Saya usul Groupnya ditambah namanya jadi Kuantan Singingi Care, Gimana?
Kiriman 3
Anda menulispada 23 Mei 2009 jam 9:45
usulan yg bagus pak. akan saya bicarakan dulu dengan kawan2 lainnya.
Kiriman 4
Anda menulispada 23 Mei 2009 jam 9:47
beberapa usulan pergerakan yg dterima lewat pesan :
Azhar Ali
23-05-09. jam 8:51
Ada satu hal yang harus menjadi modal kita untuk melakukan penekanan kepada pihak-pihak yang terkait, yaitu : BUKTI.
Kita lakukan dokumentasi terhadap kegiatan para borjuis yang ada dilapangan.... Dengan bukti yang ada kita susun jadwal untuk melakukan penekanan kepada pihak kepolisian, kita awasai kenerja mereka.
langkah yang sangat penting adalah siapa dan kemana harus melakukan dokumentasi ? Ini terlebih dahulu yang perlu kita dudukkan.
Wandie Hc
23-05-09. jam 1:19
ambo mandukuang aksi sanak2 sadonyo,,,bilo d acaranyo kan d laksanakan?,,,agendanyo apo???,,,tolong pencerahan.
Kiriman 5
Khairul Amir menulispada 23 Mei 2009 jam 11:18
kerusakan lingkungan didaerah kuansing memang sudah mencapai taraf yg mengkwatirkan, betapa tidak mereka melakukan aksinya dengan terang-terngan....lihat saja disepanjang aliran sungai kuantan, di daerah Petapahan kec. gunung toar, disepanjang jalan Logas-Muara Lembuh.....bukankah dalam UUD 1945 pasal 33 (3) dikatakan Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besar untuk kemakmuran rakyat, tp yg terjadi di kuansing adalah Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh orang kaya yg tak berbudi dan bermoral dan dipergunakan sebesar-besar untuk kemakmuran keluarganya....hal ini diperparah tiadanya Perda tentang Lingkungan di Kab. Kuansing.....jadi menurut ambo solusinya, tekan DPRD untuk membuat Perda Lingkunangan, serahkan penguasaan hasil alam tsb kpd Negara dlm hal ini Pemda, spt yg termaksud dlm UUD 1945 pasal 33 (3). buat peraturan yg dapat membatasi gerak para perusak lingkungan. tingkatkan kesadaran warga untuk peduli sama lingkungan dalam hal ini hendaknya Pemda aktif memberikan Himbauan kpd para warga agar peduli thd lingkungan.
Kiriman 6
Radli Eka Ambacista menulispada 23 Mei 2009 jam 11:56
seharusnya para mahasiswa yg ingin ngadain penelitian dibiayai untuk menunjukan bukti yg real..!!
bukannya gampang untuk menghentikan itu smwa masarakat kuansing telah menggantungkan hidupnya disitu..!!jika mereka ditekan untuk berhenti maka otomatis mereka akan berontak..
jdi usuulan saya lapangan kerja di kuansing ditambah..!!
misalnya saja memanfaatkan lahan kosong...!!
dengan otoritas ekonomi dari pemda..dengan menerima seluruh hasil pertanian dari daerh kuansing dan dengan permainan harga yg bisa menncukupi standar biaya hidup di daerah kuansing yg cukup tinggi..!
tanamkan persepsi kepada masyarakat bahwa hanya dengan bertani kita bisa memenuhi kebutuhan hidup kita..!!
maaf klo kata2nya bnyk yg rancu,,!!
Kiriman 7
Anda menulispada 23 Mei 2009 jam 12:53
tanggapan melalui pesan
Rika Rivana
23-05-2009 jam 12:49
kelestarian lingkungan hidup memang hrs diperhatikn demi klangsungan hidup manusia d muka bumi. Tapi kt sbg aparatur daerah mmbuat ruang grk jd terbatas mengingat pemerintahan skrg ini agak sdikit otoriter. Merekrut anggt non peg lbh bny mrupakn salahsatu jln yg baik utk saat ini, agar lebih bebas mlakukan gerakan2 aktif dan lbh fokus pd tujuan dn misi.
Kiriman 8
Anda menulispada 23 Mei 2009 jam 12:59
menurut saya menjaga kelestarian alam dengan benar bukan berarti serta merta menutup lapangan kerja masyarakat di bidang pertambangan,hanya saja pertambangan tersebut mesti dikelola dengan benar. makanya perlu di lakukan penelitian dampak penambangan tersebut oleh pemerintah. kemudian temukan cara yang aman dan ramah lingkungan untuk mengeksploitasinya. saya rasa bapedalda dan dinas pertambangan mesti berperan aktif dalam kasus ini
jika semua hal tersebut telah dilakukan dan formula yg tepat telah ditemukan saya yakin semua pihak bisa di untungkan.
sekedar catatan.
setiap kontraktor yg melakukan jasa pembangunan fisik telah dipungut pajak daerah atas bahan galian golongan c. itu artinya pemerintah daerah telah merestui adanya penambangan gol.c, tapi sayangnya pemda tidak pernah tahu dari pertambangan mana kontraktor membeli materialnya. apakah pertambangan tersebut legal atau ilegal.
alam tetap terjaga kelestariannya
masyarakat dapat berusaha dengan cara yg legal
dan kabupaten pun mendapat sumber Pendapatan Aseli Daerah yg besar.
Kiriman 9
Anda menulispada 24 Mei 2009 jam 9:32
Jon Norlian
24 05 2009 jam 1:27
Setuju.. Kalo ada aksi.. Tapi aksi yang seperti apa? Kita juga harus minta dukungan atas aksi tesebut dari tokoh masyarakat atau yang terkait dengan bidang tesebut.,. Biasanya berbagai kepentingan banyak terlibat,. Makanya masyarakat seakan menutup mata terhadap penambangan tanpa izin tesebut, serta dampak negatif secara lansung nya juga belum di rasakan betul oleh masyarakat.
Ronny Faslah Faslah
24 05 2009 jam 7:28
Tpi skg sdh mlai mnipis activitas msyrkat yg sm skli tidak ramh lingkungan sbenary yg hrus di pertegas pmrintahan setempat untk sllu komit terhadap klestarian lingkungan dan mnciptakan lpangan kerja.serta bersosiolisasi besama msyrakat bgaimana cra mlestarian lingkungan dengan baik dan benar( KKKL ) bkan smata blka yng mporak porandakan klestraian lingkungan.
Kiriman 10
Anda menulispada 27 Mei 2009 jam 16:33
Kunah Caem
26 Mei jam 14:03
BETUL. Kekayaan alam yang luar biasa, ternyata tidak menjamin kekayaan mahluk sekitarnya. Perlu menejemen...yang profesiona (ilmu,keterampilan dan hati nurani).........
Kiriman 11
Mardiansyah Putra menulispada 03 September 2009 jam 20:41
yang pertama kita harus menggerakan hati pejabat yang berwenang agar segera mengambil tindakan yang kongkrit,untuk mencegah kerusakan yang lebih parah lagi.jangan biarkan uang mengambil alih hati nurani bapak2 kita sehingga apapun dampaknya tetap saja di pandang biasa,dari dahulu masyarakat kita bersahabat dengan alam,yang kurang bersahabat itu adalah toke2 nya itu yang membiayai.
Topik: Lindungi Batang Kuantan
Menampilkan semua 3 kiriman oleh 3 orang.
Kiriman 1
Anda menulispada 23 Februari 2009 jam 0:23
Batang (sungai) Kuantan adalah sebuah elemen penting bagi masyarakat kuantan singingi dan sekitarnya. Awal dari peradabadan yang berkembang saat ini bermula dari daerah pinggiran batang kuantan . Kegiatan sehari-hari, beberapa upacara adat serta kegiatan seni dan budaya masyarakat kuantan singingi memiliki keterkaitan dan hubungan dengan batang kuantan.
Meskipun saat ini perlahan – perlahan kebutuhan dan ketergantungan masyarakat terhadap batang kuantan semakin berkurang bukan berarti batang kuantan saat ini tidak lagi menjadi elemen yang penting bagi masyarkat. Dengan pengakuan atau tanpa pengakuan sekalipun batang kuantan tetap menjadi bagian terpenting bagi masayarakat dan daerah disekitar alirannya.
Untuk melihat seberapa serius masyarakat dan pemerintah daerah kabupaten kuantan singingi memperhatikan dan menjaga keadaan batang kuantan bisa diukur dari beberapa indikator secara umum.
Indikator pertama adalah hutan di sepanjang aliran dan sekitar batang kuantan. Hutan di sepanjang daerah aliaran sungai adalah daerah resapan air. Kondisi daerah resapan sangat berpengaruh terhadap debit mata air dan kualitas air yang pada akhirnya berpengaruh terhadap persediaan air tanah serta debit air batang kuantan. Berkurangnya debit mata air akan menyebabkan kerusakan ekosistem secara keseluruhan sebagai satu kesatuan. Selain itu kerusakan hutan juga menyebabkan erosi yang akan mengakibatkan hilangnya lapisan atas tanah jika terjadi secara terus menerus. erosi juga menyebabkan sedimentasi hingga menimbulkan pendangkalan. Jadi, jika hutan dijadikan indikator kepedulian masyarakat dan pemerintah kabupaten kuantan singingi terhadap batang kuantan maka Keadaan hutan di sepanjang aliran batang kuantan dan daerah-daerah di sekitarnya merupakan cerminan langsung dari bentuk kepedulian masyarakat dan pemerintah tersebut.
Kualitas air adalah indikator berikutnya untuk mengukur kepedulian masyarakat dan pemerintah kabupaten kuantan singingi. Selain dipengaruhi oleh daerah resapan air perilaku masyarakat sekitar juga berpengaruh terhadap kualitas air batang kuantan. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang limbah padat , cair dan gas kedalam batang kuantan memiliki arti yang sangat penting bagi keadaan kualitas air batang kuantan. Eksplorasi juga memiliki pengaruh yang besar. Eksplorasi sumber daya alam di sepanjang batang kuantan bukanlah suatu hal yang harus kita haramkan mengingat kegiatan eksplorasi telah dilakukan oleh orang – orang terdahulu jauh sebelum generasi yang ada saat ini. hanya saja efek yang ditimbulkan oleh ekplorasilah yang harus di perhatikan. Baik itu efeknya terhadap keaadan fisik batang kuantan maupun terhadap kualitas airnya, terutama dalam penggunaan zat-zat kimia dan bahan cair lainnya yang memiliki pengaruh buruk terhadap kualitas air.
berita tentang pencemaran terhadap sungai cikijing, porong, siak, ciliwung dan sungai –sungai lainnya di Indonesia adalah sebuah pelajaran tentang betapa sebuah sungai menjadi sangat sulit untuk di perbaiki jika sudah terlanjur rusak dan tercemar.
"Jika semua sudah terlambat dan tidak lagi bisa diselamatkan maka bayangkanlah dua buah jalur dari fiber glass ( karena kayu tak ada lagi ) tengah berpacu di atas batang kuantan yang dangkal, penuh sampah, butek dan tercemar limbah berbahaya. Sungguh.... sebuah Festival Pacu Jalur yang menyedihkan."
tulisan ini pernah dipublikasikan di www.bikinblogdarikuantan.blogspot.com
Kiriman 2
Fajri Asyamie Abas menulispada 01 Mei 2009 jam 11:25
ok boss, soal pencemaran batang kuantan memang suatu masalah besar yang harus kita bahas bersama, tidak cukup cuma melibatkan para eksekutif dan legislatif Kab. Kuansing yang tidak jelas dan betul-betul ada niat untuk membenahi nya, selanjutnya ada sebuah persoalan yang signifikan dgn pencemaran batang Kuantan yang perlu juga kita angkat yaitu :soal pembabatan hutan yang dilakukan para Pengusaha Luar maupun lokal, Ini juga berdampak terhadap kelangsungan hidup anak cucu masyarakat Kuantan Singingi kelaknya.
Coba kita bayangkan jika hutan di Kuantan Singingi nanti punah maka kehidupan masyarakat yang sebagian besar perpendidikan sekolah Dasar yaitu menggantungkan hidupnya dengan bertani dan berkebun akan hilang diakibatkan oleh Pembabatan hutan oleh perusahaan. Persoalan ini telah terjadi di daerah Pucuk Rantau Kec. Kuantan Mudik Kab. Kuantan Singingi.
Nah penomena ini tidak bisa kita simpulkan terjadi akibat dari kelalaian masarakat tempatan semata, tetapi lebih kepada kecerobohan Pemerintah kita. dan bahkan berdasar fakta dilapangan membuktikan salah seorang dari pejabat kabupaten dengan mengatasnamakan masyrakat membuka hutan lindung tepatnya di kawasan hutan lindung Bukit Betabuh yang selama ini sangat dilindungi pemerintah
Kiriman 3
Mardiansyah Putra menulispada 11 Agustus 2009 jam 6:54
intinya kita, tepatnya pemerintah kita ini belum maksimal memikirkan dampak penggundulan hutan masih bermain dalam tugas,alangkah mirisnya hati kita nanti mendengar kisah hutan kuantan singingi yang dulunya lebat sekarang telah habis di babat,walaupun ditanam kembali pasti butuh waktu yang sangat lama untuk bisa seperti sedia kala,ntah jaman nya siapa
Topik: RANDAI DAN ERA GLOBALISASI
Menampilkan semua 5 kiriman oleh 4 orang.
Kiriman 1
Qyai Rock menulispada 21 Maret 2009 jam 4:04
Melihat asumsi public saat ini,terlihatlah bahwa “Randai” sebagai satu kesenian tradisional tidak lagi diminati oleh sebagian generasi muda kuantan singingi,.
Randai menjadi tersegmented berdasarkan kelompok umur.
Padahal sebagai sebuah seni tradisional randai seharusnya jangan mati,setidak2nya jangan mati saat ini. Karena randai dapat menjadi salah satu unsur identitas kita ditengah derasnya globalisasi.
Pertanyaannya adalah,mengapa randai ditinggalkan dan tidak lagi diminati oleh sebagian besar generasi muda kuantan singingi?
Berdasarkan tinjauan dilapangan kami dapat menyimpulkan bahwa generasi muda menganggap randai telah menjadi sebuah bentuk kesenian yang mononton dan statis.
Para pelaku randai tidak memiliki kreatifitas utk memunculkan ide2 segar yang dapat mengikuti lajunya gerak zaman,sehingga randai menjadi sebuah bentuk kesenian yang mengikat tidak lagi membebaskan. Adalah tugas kita juga utk mendorong para pelaku randai agar lebih terbuka menerima hal2 baru dan menjadi lebih kreatif,atau malah lebih bagus lagi kalau kita juga menawarkan ide2 segar untuk kesenian randai.
Dulu pernah ada ide untuk membentuk sebuah grup randai yang akan memainkan randai dengan teknolagi computer,jd konsepnya “Randai digital” begitulah! Tp,karena dua dan lain hal ide ini belum bisa dilaksanakan alias masih sebatas wacana saja.
Mungkin kawan2 punya ide lain bagaimana agar randai dapat menjadi sebuah bentuk kesenian yang atraktif,dinamis dan relative menjadi lebih menarik..
Kiriman 2
Epit Yasri (Manchester, NH) menulispada 31 Maret 2009 jam 21:59
i like randai..
ketertrikan ku bak bung karno mnyaksikan pagelaran wayang
penuh kharismatik budaya dan religi, serta pesan moral
kapan aku bs mlhtnya yach..?
Kiriman 3
Qyai Rock menulispada 09 April 2009 jam 22:21
@Syafrison; Benar bang kita telah gagal membangun kecintaan pada nilai2 lokal, tapi kita juga tidak bisa berhenti pada titik itu saja. Setelah penyebab masalahnya kita temukan,alangkah baiknya mulai dipikirkan solusinya.
Kalau mengenai berjalan sejauh2nya menjeljahi penjuru dunia,itu mgkn ide yg absurd. Karena tidak semua orang punya kmampuan finansial utk melakukan itu.
Saya juga bangga menjadi rang kuantan
Kiriman 4
Neyna WiLda menulispada 27 April 2009 jam 18:53
yeah...
sayang sekali,banyak yang memandang sebelah mata pada randai...terlebih muda-mudi kuansing....
untungnya saia tidakk!!
i luv randai,tapi jarang bisa nonton...
hohohohoho
Kiriman 5
Mardiansyah Putra menulispada 11 Agustus 2009 jam 6:47
i love you full to randai,sepertinya boleh dibilang semua orang kuantan suka randai ,cuma mungkin randainya itu sendiri sangat jarang di tampilkan dalam perhelatan di tempat kita,mengapa orang kita lebih suka menampilkan organ tunggal, mungkin dalam hal ini pembina atau pemain randai bisa memikirkan bagaimana supaya randai bisa lebih sering tampil ke publik atau masyarakat,dan juga pemerintah di harapkan mendukung mengangkat tradisi kita ini dengan mungkin randai lebih banyak mengisi acara -perhelatan pemda.saya yakin randai tak akan kalah pamor dari hiburan lain nya asalkan kita kreatif mengelolanya,mungkin kedepannya akan lebih bagus lagi kita berbuat secara real untuk randai terjun ke lapangan . oke salam randai
Pembangunan Turap
Menampilkan semua 2 kiriman oleh 2 orang.
Kiriman 1
Anda menulispada 27 Februari 2009 jam 11:07
Beberapa tahun terakhir pemerintah kabupaten kuantan singingi nampak sibuk melakukan pembangunan turap di beberapa bagian pinggir sungai kuantan.
Menurut saudara/i seperti apakah manfaat turap ini bagi kelestarian batang kuantan dan akankah pembangunan turap ini menimbulkan sebuah efek samping terhadap batang kuantan? dan seberapa besar perbandingan antara efek samping dan manfaatnya.
mohon analisanya di tinjau dari berbagai sudut pandang ( silahkan posting di bawah ini )
terima kasih
admin Kuantan Cares
Kiriman 2
Ison Idris menulispada 27 Februari 2009 jam 17:03
Harus disadari Kuantan merupakan sungai yang unik, sangat berkelok-kelok, sehingga rawan abrasi disetiap kelokannya. Kalau untuk menjaga tebing kuantan dari abrasi, mengapa tidak? Kalau ada pilihan lain, misalnya dengan menanam pohon yang dapat menahan abrasi, lebih baik lagi, lebih alami, suasananya lebih kampung. Tapi biasanya laju abrasi jauh lebih cepat dari laju pertumbuhan pohon, untuk tindak antisipatif boleh lah, tapi untuk perencanaan jangka panjang, menanam pohon harus prioritas...
Topik: Revolusi Tradisi Pacu Jalur
Menampilkan semua 6 kiriman oleh 5 orang.
Kiriman 1
Qyai Rock menulispada 25 Maret 2009 jam 19:40
Pacu jalur sebagai kebudayaan yang berbahan baku kayu akan terancam punah.
Bagaimana tidak,jika hutan setiap hari dibabat. Penebangan dan penanaman sungguh tidak berimbang. Walaupun kami tak memiliki angka yang pasti tapi bisa dibaca dari kondisi sulitnya para tetua kampung mencari kayu(pohon) untuk bahan baku jalur saat ini.
Kondisi seperti ini sudah selayaknya dipikirkan sedari kini,seperti apakah kita akan menyiasati kondisi ini agar tradisi pacu jalur tetap bias bertahan.
Apakah komponen masyarakat memiliki kekuatan bargaining untuk menekan para kaum pemilik modal yang membabat hutan? Ataukah memang sudah saatnya kita memesan jalur dari Jepang? Atau jangan2 ini adalah saatnya revolusi bagi tradisi pacu jalur,menukar bahan baku jalur dari kayu dengan besi,baja atau karet. Lalu kelompok2 usaha secara bersama mendirikan unit2 usaha yang memproduksi jalur dari besi,baja atau karet tsb dan menjualnya pada kampong yang akan ikut berpacu.
Mari kita lakukan obrolan santai tentang persoalan ini!
Kiriman 2
Epit Yasri (Manchester, NH) menulispada 31 Maret 2009 jam 21:57
solusi ada pada maysrakat yg ada disekitar tu ndri....
mereka hrus menyadri,klo hal itu akan terjadi dan mrka harus bisa berjiwa bsr tuk menjaganya
Kiriman 3
Ison Idris menulispada 03 April 2009 jam 17:49
Kalau hari ini masing-masing bonjar/ desa menanam 10 pohon di bonjar/ desa masing-masing dan menjaganya untuk cadangan bahan baku Jalur, maka beberapa puluh bahkan ratus tahun ke depan kita masih akan punya cadangan kayu untuk bahan baku Jalur sebanyak....let say 199 desa x 10 = 1.990 batang...
$$$everything should be made as simple as possible but not simpler$$$
Yang menjadi masalah adalah kalau segala program, diukur dengan berapa persen yang masuk saku pribadi (atau partai, atau untuk modal pilkada)...
Tidak mengapa juga, kita bisa melakukannya dengan gerakan yang berbasis masyarakat... community based tree planting...kereeeen
*any way, dengan ide ini, kalau saya jadi caleg, ada yang milih ndak?***
Atau pertanyaannya dibalik:
*Ada caleg yang punya ide seperti ini ndak?***
Kiriman 4
1 balasan
Anda menulispada 04 April 2009 jam 14:40
ketersediaan bahan baku asli untuk membuat jalur memiliki ketergantungan langsung dengan kelestarian hutan, karena penanaman pohon untuk menjadi bahan baku akan membutuhkan waktu yg panjang. memang jika setiap bonjar menanam 10 pohon maka akan tersedia sekitar1.990 batang tetapi kita akan membutuhkan waktu puluhan tahun untuk bisa menggunakan pohon tersebut sebgai bahan baku.
jika kita coba untuk memikirkan bahan baku pengganti maka beberapa kaidah yang menyangkut nilai seni dan budaya serta teknik pembuatan dan bentuk asli jalur harus ikut kita pertimbangan. meski dalam beberpa tahun terakhir tak bisa kita ingkari bahwa telah terjadi pergeseran atau pun perkembangan dalam bidang design dan bentuk jalur.
jadi intinya ada 2 hal yg harus segera kita lakukan , yaitu
segera melestrikan hutan dan segera memikirkan tentang bentuk substitusi yang paling mungkin.
Kiriman 5
Ison Idris membalas kiriman Andapada 08 April 2009 jam 9:17
Setuju Wahyu.
Melestarikan hutan!!!
Ada Plan A, ada Plan B, atau A dan B sekaligus untuk saling melengkapi.
Kiriman 6
Mardiansyah Putra menulispada 11 Agustus 2009 jam 6:34
seharusnya yang paling bertanggung jawab atas mulai menghilang nya kayu jalur adalah pemerintah khususnya aparat terkait dengan hutan,karena s4elama ini tak pernah memikirkan dampak dari penebang hutan yang perijinannya di sah kan oleh pemerintah,yang dipikirkan hanya duit masuk kekantong,maunya enak sendiri-sendiri datang masalahnya sibuk mengajak menanam pohon kembali pada masyarakat padahal masyarakat hanya butuh puluhan batang pohon saja dalam setahun untuk kayu jalur,sementara perusahaan membabat semua yang ada tanpa peduli akibatnya.sekarang marilah jaga bersama apa yang tersisa kalau bukan kita siapa lagi,ayo kita lestarikan budaya asli kita yaitu jalur yang terbuat dari kayu
Topik: surat dari klaten
Menampilkan satu-satunya kiriman.
Kiriman 1
Anda menulispada 07 Juni 2009 jam 17:32
seorang teman jejaring sosial dari klaten menghubungi saya melalui pesan, saya menghargai apresiasi dan kepeduliannya terhadap lingkungan hidup dan sungai kuantan, berikut pesan tersebut.
Ratri Astutiningtyas
05 Juni jam 8:43
Aku baca di Kuantan Cares tentang hubungan antara batang kuantan dan penduduk setempat, itu mengingatkanku pada tulisan yang memuat tentang "gerakan menanam hutan untuk menumbuhkan samudra" di Jepang. Proyek yang dimulai para nelayan yang menemukan bahwa hilangnya ikan-ikan di lautan mungkin saja berhubungan dengan penebangan hutan di daerah pegunungan yang dilakukan bertahun-tahun yang lalu. Proyek yang bertujuan untuk mengembalikan jumlah populasi ikan di laut dengan menanam pohon di hutan daerah pegunungan ini tampaknya tidak ada hubungannya tapi hukum alam jelas menekankan bahwa segala sesuatu di muka bumi ini saling berhubungan. Interconnectivity bukan sekedar teori. Konsep holistik untuk pembangunan juga bukan idealisme kosong tapi mutlak dan perlu.
Sayang sekali, aku menemukan "Anda" baru beberapa minggu yang lalu. Andai setahun yang lalu mungkin aku bisa membuat tulisan yang bagus tentang penyelamatan hutan. Waktu itu, aku menulis tentang sawit, judulnya "Fenomena Sawit, KEberlanjutan Ekologi, dan Realitas PEngelolaan Hutan di Indonesia" untuk lomba menulis tentang hutan yang diadakan KabarIndonesia.com. Aku sudah menggunakan referensi dari Michael Dove tentang pentingnya kearifan lokal dalam pengelolaan hutan, tapi tulisan itu sepertinya memang terlalu lemah. Pokoknya lemah. Tapi, aku lebih heran lagi yang jadi pilihan dewan juri justru sesuatu yang menurutku "agak gimana gitu". Pilihan dewan juri lebih pada penyelamatan hutan dengan e-card untuk promosi ekologi, terus ada yang mirip idenya tim butterfly yang menang di Paris tahun lalu itu loh (gak tahu mungkin pesertanya itu anggota tim butterfly kali yee???).
Data-data yang Anda cantumkan tentang debit air, kualitas air akibat menurunnya kondisi lingkungan itu keren sekali lho (bagus maksudnya). Menurutku itu sesuatu yang cukup referensial untuk membuat konsep baru tentang penyelamatan hutan yang terus terang aja sebelumnya aku belum pernah baca dari referensi-referensi tentang penyelamatan lingkungan di Indonesia (Ngomong2, aku juga baru baca setelah akhir-akhir ini lagi hobi banget baca soal kesehatan holistik untuk mengimbangi reduksionisme yang diterapkan di dunia kesehatan). Referensi tentang lingkungan di Indonesia, semuanya rata-rata berkisar tentang keberlanjutan ekologi, kearifan lokal yang semuanya tergantung pada apa yang ada di masyarakat padahal masyarakat sendiri sudah banyak berubah.Ada juga sih buku tentang lingkungan yang cukup bagus karya Phillipe Vaquette tapi itu lebih fokus pada pentingnya pendidikan ekologi pada anak sejak dini meski konsep holistik (yang tentang keseimbangan bumi) juga disebutkan.
Dulu, kupikir konsep holistik dalam pengelolaan lingkungan itu hanya idealisme para ahli tapi tulisan yang Anda kemukakan itu "punya masa depan" (aku tidak tahu cara mengatakannya, bahasaku mungkin terlalu berlebihan).Sungguh kerja keras Anda tidak sia-sia.
Oh, ya. Kalau aku ingin membuat tulisan tentang lingkungan hidup, aku boleh menggunakan referensi di Kuantan Cares?(Aku tidak akan lupa mencantumkan sumbernya kok). Atau bolehkah menghubungi Anda? Anda sebenarnya bekerja sebagai apa? Aktivis lingkungan???
Maaf mengganggu waktunya. Tapi, terima kasih sebelumnya. Senang bisa mengenal Anda.
Salam,
Ratri Astutiningtyas
Topik: Bantuan data dan dokumentasi
Menampilkan satu-satunya kiriman.
Kiriman 1
Anda menulispada 28 Februari 2009 jam 12:52
Salam hormat
Pertama2 kami mengucapkan terima kasih yg sebesar2nya atas partisipasi dan kepedulian rekan2 sekalian untuk melindungi kelestarian batang kuantan dan bersedia bergabung didalam kelompok ini untuk mwujudkan kepedulian tersebut. kami yakin untuk mewujudkan gerakan ini menuju sebuah gerakan madani yang dapat memberikan efek secara nyata terhadap kelestarian batang kuantan akan membutuhkan waktu yang lama dan menuntut kerja keras dari kita semua, namun kami sangat yakin bahwa suatu saat nanti hal itu akan tercapai.
saat ini kami sedang concern untuk melakukan inventarisir data dan dokumentasi mengenai batang kuantan yang nantinya dokumentasi dan data tersebut dapat diakses oleh publik secara bebas. untuk itu kami memohon kesediaan rekan2 sekalian untuk menyumbangkan dokumentasi2 yg dimilki baik secara pribadi ataupun organisasi dan badan lainnya kepada kami dilengkapi dengan keteranga waktu, tempat dan situasi,jika masih tercatat. setiap bentuk publikasinya akan menyertakan nama pemilik dokumentasi tersebut. selain dokumentasi kami juga memohon kesediaan rekan2 untuk menyumbangkan data2 dan fakta di lapangan yang rekan2 miliki secara pribadi atau organisasi atau badan lainnya, dengan catatan data tersebut jelas sumbernya dan dapat dipertanggungjawabkan isinya. data dan fakta bisa menyangkut sejarah, budaya, penelitian lingkungan hidup, pencemaran dan polusi atau hal2 yg lainnya.
pengiriman data dan dokumentasi dapat dilakukan melalui email ke : wahyudiputra@gmail.com
untuk rekan2 yg berada di taluk kuantan dan pekanbaru bisa mengontak kami di 081276658585 untuk menjemput langsung data tersebut ketempat rekan2 sekalian.
demikianlah pemberitahuan dan permohonan ini kami sampaikan kepada rekan2 sekalian. semoga kita semua tetap peduli dan tetap berusaha untuk melindungi kelestarian batang kuantan.
setiap data dan dokumentasi yg disumbangkan akan membantu usaha menjaga kelestarian batang kuantan.
Kuantan Cares
Admin
Wahyu Diputra